6 bulan setelah mengumumkan bangkrut, jaringan ritel mainan Toys R Us akan menutup seluruh tokonya di Amerika Serikat secara bertahap. (Foto: Instagram adamcohen1885)
6 bulan setelah mengumumkan bangkrut, jaringan ritel mainan Toys R Us akan menutup seluruh tokonya di Amerika Serikat secara bertahap. (Foto: Instagram adamcohen1885)

Sabigaju.om – Jaringan gerai ritel mainan, Toys R Us berencana menjual atau menutup semua gerainya di Amerika Serikat (AS) yang berjumlah lebih dari 800 gerai.

Langkah ini akan berdampak pada nasib 33.000 pekerjaan, sejalan dengan berakhirnya bisnis jaringan ritel mainan tersebut setelah 60 tahun beroperasi.

Dilansir laman Washington Post, baru-baru ini, kabar itu muncul 6 bulan setelah Toys R Us mengumumkan bangkrut.

Jaringan Ritel manan anak-anak asal negeri paman Sam itu harus bersusah payah membayar utang yang jumlahnya hampir mencapai 8 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 109,6 miliar.

Toys R Us disebut-sebut sulit memperoleh pembeli dan telah berhenti membayar pemasoknya, yang termasuk produsen-produsen mainan terbesar di AS.

Toys R Us Kehilangan Relevansi, Konsumen, dan Penjualannya

Bangkrutnya Toys R Us adalah pukulan telak bagi toko ritel konvensional akibat anjloknya frekuensi pengunjung dan ancaman dari pedagang online.

Gaya toko seperti gudang yang diusung mereka sejak 1980-an dan 1990-an dipandang sudah usang untuk masa kini. Dan biaya operasionalnya pun tinggi.

Pada Rabu (14/3) lalu, jaringan ritel mainan  itu mengumumkan bakal menutup semua gerainya di Inggris yang berjumlah 100 gerai.

Di AS, pihak Toys R Us menyatakan penutupan gerai dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus.  Jaringan ritel mainan tersebut memiliki setidaknya 880 toko di seluruh AS.

Dari angka tersebut, menurut laporan UBS, 183 toko di antaranya hanya berjarak sekitar 15 menit berkendara dari satu toko ke toko lainnya.

Ironis, padahal sebelumnya  Toys R Us pernah menjadi raksasa ritel terbesar AS dan merambah bisnisnya ke banyak negara.

Hutang Menumpuk

Jaringan ritel yang pernah merajai seantero AS itu  dipandang tak bisa berkompetisi dengan kompetitor, salah satunya adalah toko-toko online.

Pada saat yang sama, kompetitornya seperti Amazon, Walmart, dan Target memenangkan pangsa pasar.

Dalam dokumen pengajuan pailit, disebutkan jaringan ritel mainan itu berhutang sebesar 7,9 juta dollar AS dibandingkan aset sebesar 6,6 miliar dollar AS. Mereka selama bertahun-tahun susah payah membayar utang.

Toys R Us menyatakan memiliki lebih dari 100.000 kreditur. Kreditur terbesar Toys R Us antara lain Bank of New York (208 juta dollar AS), Mattel (136 juta dollar AS), dan Hasbro (59 juta dollar AS). (Sbg/RIg)

 

Comments