Bandwagon effect sering terjadi daalam kehidupan masyarakat ,modern.
(Foto: Freepik,com)

Sabigaju.com – Suka tidak suka bandwagon effect alias fenomena ikut-ikutan tren merupakan kerap menjadi kebiasaan manusia moderen saat ini,

Bandwagon effect ini terjadi karena kamu tiba-tiba menggandrungi sesuatu karena hal itu tengah populer.

Nah ada beberapa alasan yang mempengaruhi seseorang dalam mengikuti tren, yaitu,

  • Kamu Ingin dianggap lebih keren dan up to date oleh orang-orang di sekitarnya.
  • Kamu terpengaruh bandwagon effect agar terhindar dari tekanan sosial yang diterima di lingkungan pergaulannya.
  • Adanya kekhawtiran takut dikucilkan dalam diri jika tidak mengikuti tren serupa.
  • Merasa tidak mau dianggap kuno atau ketinggalan zaman.

Jadi, umumnya mereka yang ikut ttren alias bandwagon effect dihantui perasaan kalau kita akan tergilas. jauh tertinggal bila tak ikut arus. Lantas bagaimana dampaknya dalam kehidupan.

BACA JUGA: Mengikuti Tren Fesyen itu Tidak Keren! Jadilah Diri Sendiri 

Banyak Efek Buruknya

Saat seseorang  kerap mengikuti arus populer sebuah  tren maka bisa jadi  nantinya mereka sulit memilii  memiliki pendirian dan mudah terbawa arus saat melihat sesuatu yang baru.

Terlalu sering mengikuti tren yyang sedang populer juga  bisa membuat Kemampuan berpikir kritis akan semakin berkurang karena terbiasa menerima suatu tren tanpa mempertimbangkan baik atau buruknya.

Buruknya lagi tingkat kreativitas kamu juga dapat lho  juga bisa berkurang sehingga tidak mampu berinovasi atau menjadi trendsetter.

Bandwagon effect sendiri bisa mempengaruhi perilaku impulsif, misalnya perilaku boros demi mengikuti sejumlah tren di bidang kuliner, fashion, dan lainnya.

Berbagi Efek bandwagon ini juga sering terjadi karena kita cenderung ingin menjadi sama seperti banyak orang. Sangatlah tidak nyaman jika tidak mengikuti tren yang sedang berlangsung.

BACA JUGA: : Saat Tren Pernikahan Ala-Ala Bikin Sakit Kepala Para Pria

Menghindaari Jerat Bandwagon Effect

Agar terhindar dari jerat bandwagon effect kamu bisa mencoba kebiasaan berpikir secara logis, dan gunakan suaramu untuk berani mengungkapkan pendapatmu.

Ini penting sebab saat kita hanya mengeluarkan keputusan berdasarkanp ertimbangan popularitas terkadang juga itu bisa mematikan critical thinking kita.

Jika kamu merupakan bagian dari kelompok yang kerap selalu mengikuti tren. Maka pilihan menjau dari lingkungan pergaulan yang memaksamu untuk selalu mengikuti tren adalah langkah tepat untuk kamu lakukan.

Beradaptasi dengan zaman memang penting, tapi untuk ikut-ikutan tren  tanpa prinsip yang tepat sangatlah tidak disarankan.

BACA JUGA: Kepribadian dan Soal Penampilan, Gak Perlu Ikut Tren Fesyen

Pentingnya nggak Ikutan Bandwagon Effect

Kalau kamu termasuk salah satu individu yang tidak ikut arus tren alias bandwagon effect, enggak perlu berkecil hati karena hal tersebut bisa jadi pertanda kamu punya IQ tinggi.

Pasalnya, menurut temuan sebuah penelitian dari para peneliti di University of British Columbia yang dimuat dalam Journal Evolution and Human Behavior menemukan bahwa sikap non-konformis adalah pertanda IQ tinggi.

Orang-orang dengan IQ tinggi tidak membuat keputusan dengan mengikuti orang lain. Dan bila mereka memutuskan untuk mengikuti mayoritas, itu dilakukan dengan lebih strategis.(Sbg/Rig)

Comments