Pseudeosains

Sabigaju.com – Kecanggihan Teknologi kini membuat orang begitu mudah mendapatkan informasi. Bahkan saking mudahnya, banyak orang yang termakan informasi keliru yang dikemas dengan gaya Hoax kekinian.Yup fenomena pseudosains adalah salah satu metodenya.

Pseudosains, menurut Kamus Merriam-Webster, adalah “sistem teori, asumsi, dan metode yang secara keliru dianggap ilmiah.” Definisi ini bisa diperluas menjadi keyakinan atau praktik yang diklaim mengandung kebenaran ilmiah tetapi kenyataannya tidak.

Dan kita harus waspada terhadap gaya hoax pseudosains karena hal ini bisa membuat kita mengalami kerugian.

BACA JUGA: Fitur Medsos Dibatasi Guna Tangkal Ujaran Kebencian dan Hoax 

Mengupas Pseudosains

Ahli astronomi berkebangsaan Amerika Serikat Carl Sagan dalam karyanya yang berjudul The Demon-Haunted World: Sains Penerang Kegelapan menegaskan bahwasannya di mana pun dan kapan pun ilmu pengetahuan berkembang, permasalahan seperti berita bohong (hoaks), takhayul, maupun mistisme berkedok sains terus mengikuti.

Pseudosains tentu berbeda dari ilmu pengetahuan, satu-satunya sumber yang paling bisa diandalkan.

Pemisahan antara sains dan pseudosains menjadi penting karenanya. Cara mengambil kesimpulan yang salah, dengan asumsi dan bukti-bukti yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hal itu tentunya bisa mengancam keselamatan orang banyak.

BACA JUGA: Jaga Kedamaian, Ricuh di Jakarta Jangan Terulang

Dalam buku tersebut Carl Sagan kemudian mengungkapkan akan pentingnya metodologi sains. “Metode sains, meskipun tampak menjemukan dan menjengkelkan, jauh lebih penting daripada temuan-temuan sains.”

Dia mengingatkan kita akan dua sikap yang perlu dirawat dan dilakukan dalam memahami sains, yakni berupa berpikir kritis dan bersikap skeptis. Lebih lanjut, ia juga menjelaskan akan hakikat dari sains itu sendiri.

Sains bukan sebatas kumpulan data maupun fakta, melainkan ia adalah sebuah cara berpikir. Frasa “cara berpikir” inilah yang kemudian harus ditekankan dan menjadi perhatian pada ruang-ruang diskursus pengetahuan.

BACA JUGA: Nih, Hal Positif yang Bakal Kamu Dapatkan Bila Aktif di Socmed 

Tantangan Memerangi Pseudosains

Yang jelas dan perlu diketahui pseudosains tidak pernah melakukan percobaan metodis sendiri – dan mereka juga umumnya mengabaikan  serta  tidak pernah menindaklanjuti hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan..

Selain itu dalam pseudosains kontradiksi logis yang ada biasanya hanya akan diabaikan atau hanya sekedar dirasionalisasikan. Alih-alih mencari referensi atau menyelidiki secara langsung, para pendukung pseudosains hanya menyemburkan “fakta palsu” di mana diperlukan.

Kini, argumen-argumen pseudo-sains dan hoaks itu dipercayai banyak orang.
Tren pseudosains adalah masalah besar di Indonesia, saat literasi masih amat minim sementara pencari informasi begitu besar.

Masyarakat umum perlu dididik memahami sains dan memiliki pola pikir ilmiah Tanpa pemahaman yang baik, kita mungkin akan memasuki masa kegelapan modern untuk sains dan teknologi. (Sbg/Rig)

Comments