Microsleep
(Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Apakah pernah punya pengalaman saat kamu mengemudi kendaraan di jalan tiba-tiba mengantuk atau tertidur singkat. Lalu kamu pun merasa tersentak ketika bangun dari rasa kantuk tersebut? Jika pernah berarti kamu mengalami microsleep.

Kantuk yang singkat ini bisa berlangsung sepersekian detik hingga dua menit, namun orang yang mengalaminya tidak menyadari microsleep terjadi.

Microsleep saat berkendara adalah keadaan yang berbahaya karena dapat membuat kecelakaan terjadi. Yup, bisa dibilang berkendara dalam kondisi mengantuk lebih berbahaya dibandingkan mabuk.

BACA JUGA: Begini Cara Jitu Atasi Mengantuk Usai Makan Siang

Waktu Terjadinya Microsleep

Biasanya microsleep terjadi pada waktu subuh atau sore, saat tubuh diprogram untuk istirahat atau tidur.

Microsleep berisiko dialami oleh pekerja shift malam, individu dengan gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea, dan pekerja monoton, yang sering di depan layar komputer, atau mengemudi di jalur lurus atau jalur hapal.

Tanda-tanda yang paling jelas kamu mengalami microsleep, antara lain tatapan kosong; menjatuhkan kepala dan mengangkatnya lagi; sering berkedip dan badan terjatuh. Kadang hal ini juga membuat kamu gak mengingat apa yang terjadi di menit-menit terakhir.

Saking singkatnya, seringkali seseorang tak menyadari telah tertidur dengan mata terbuka.

BACA JUGA: Kebiasaan Kurang Tidur Bisa Membunuh Karirmu

Microsleep dan Resiko Kecelakaan

Menurut American Sleep Apnea Society, individu dengan sleep apnea memiliki risiko kecelakaan mobil 2-4 kali lebih tinggi.

Sementara studi pada 2015 yang diterbitkan dalam Proceedings of National Academy of Sciences menunjukkan risiko kecelakaan pekerja shift malam meningkat 37,5 persen.

Penelitian oleh AAA Foundation for Traffic Safety, mengemukakan 96 persen pengemudi yang menjadi responden mereka mengelompokkan rasa kantuk sebagai ancaman serius berkendara.

Kalau kamu biasa tidur pada malam hari, maka hindari berkendara jarak jauh pada malam hari.

Namun, jika terbiasa tidur pada siang hari, berkendara pada malam hari tidak masalah. kamu bisa berhenti mengemudi sejenak untuk stretching,kemudian kembali melanjutkan perjalanan.

BACA JUGA: Gaes, Jangan Lakukan Hal Berikut Ini Ketika Kurang Waktu Tidur 

Mengatasi Microsleep

Untuk mencegah terjadinya microsleep saat mengemudi, sebaiknya lakukan beberapa tips berikut ini.

1. Kamu sebaiknya  jangan mengemudi saat kurang waspada.

2. Pastikan kamu tidur panjang sebelum melakukan perjalanan jauh

3. Jangan mengemudi ketika mengantuk, istirahatkan tubuh minimal 20 menit saat perjalanan.

4. Ajak seseorang sebagai teman perjalanan. Mereka akan membantu kita tetap terjaga

5. Dengarkan musik yang membuat kondisi terjaga.

Oke gaes, jaga kondisi agar tidak mengalami rasa kantuk ataupun kelelahan hingga tertidur saat mengemudi yah. (Sbg/Rig)

Comments