diet

Sabigaju.com – Kalori adalah satuan energi. Anda yang menjalankan program diet pasti tidak asing dengan yang satu ini, karena menu makan Anda takkan jauh dari perhitungan jumlah kalori. Ya, hal tersebut dilakukan karena tubuh Anda butuh energi untuk beraktivitas normal meski Anda sedang mengatur pola makan.

Selain dari makanan padat, kalori juga bisa didapat dari berbagai jenis minuman seperti teh, soda, jus buah, smoothies, susu, maupun berbagai varian kopi dari kedai favorit Anda. Tapi, samakah kalori dalam makanan padat dengan kalori dalam minuman?

Sebuah artikel dalam situs Live Science menjelaskan bahwa kalori cair dalam bentuk apapun, merupakan kalori ‘terselubung’. Kalori yang masuk ke dalam tubuh dari minuman takkan terdeteksi seperti ketika tubuh menerima kalori dari makanan padat. Padahal, dampak kalori cair sama saja besarnya dengan kalori padat.

Ketika seseorang mengonsumsi kalori dalam bentuk makanan padat, maka secara alami mereka akan mengompensasinya dengan mengurangi asupan makanan mereka. Sebaliknya, ketika mengonsumsi kalori dalam minuman, mereka takkan merasa sudah mengonsumsi banyak kalori.

Hal tersebut terjadi karena saat mengonsumsi kalori cair, tubuh tidak menerima sinyal kenyang yang sama seperti ketika mengonsumsi kalori padat. Bagi Anda yang sedang menjalankan program diet, tentu kalori cair ini adalah musuh.

Bahayakah kalori cair?

Sebuah penelitian di Harvard University and Children’s Hospital di Boston menemukan bahwa wanita yang meningkatkan asupan minuman seperti soda atau jus buah-buahan, sama saja dengan menambahkan 358 kalori ke dalam tubuh per harinya.

Tak heran jika tanpa disadari berat badannya bertambah drastis. Hal ini terjadi karena minuman umumnya hanya memberi Anda kalori yang berasal dari karbohidrat dan gula. Parahnya lagi, kalori cair dalam minuman tidak mengandung nutrisi apa-apa. Berbeda dengan kalori dalam makanan yang bisa diimbangi dengan protein, lemak, dan karbohidrat untuk membuat Anda merasa kenyang.

Kalori cair dalam minuman yang sering terabaikan juga dapat menimbulkan obesitas. Sebab, pada setiap individu itu sendiri pasti ada asumsi bahwa kalori dari makanan padat akan lebih mengenyangkan dibanding kalori cair dalam minuman.

Tak heran jika Anda bisa minum banyak jus, kopi, soda, atau teh tanpa rasa bersalah pada tubuh Anda dibanding ketika Anda makan banyak. Saat mengonsumsi minuman, Anda tidak berpikir bahwa Anda mengonsumsi banyak kalori meski Anda belum merasa kenyang.

Hati-hati, kalori cair adalah musuh dalam selimut bagi tubuh Anda. Jika Anda sedang menjalankan program diet, jangan lupa perhitungkan kalori dalam minuman Anda dalam daftar kebutuhan kalori harian Anda ya, Sobat Sabi! (Sbg/Ftr)

Comments