Sejumlah negara di dunia masih menggunakan dialek bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari (Foto Instagram bansmarwanto)
Sejumlah negara di dunia masih menggunakan dialek bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari (Foto Instagram bansmarwanto)

Sabigaju.com – Bahasa Jawa merupakan bahasa daerah suku Jawa yang masih banyak dilestarikan hingga saat ini.

Meskipun begitu ternyata bahasa Jawa memiliki banyak dialek yang berbeda-beda seperti Yogyakarta yang memiliki dialek lebih halus dan lembut, sedangkan Surabaya memiliki dialek bahasa Jawa lebih kasar.

Dalam kenyataannya ternyata bahasa Jawa ini tidak hanya digunakan di Indonesia saja, melainkan juga beberapa negara telah menggunakannya dalam keseharian mereka.

Lantas negara-negara mana saja yang telah menggunakan bahasa Jawa? Berikut ulasannya yang  Sabigaju Himpun dari berbagai sumber.

1. Suriname

Suriname merupakan salah satu negara yang berada di Amerika Selatan, dulu negara ini bernama Guyana Belanda dan merupakan negara bekas jajahan Belanda.

Pada tahun 1890-1939 banyak orang Jawa yang dibawa ke negara ini dari Hindia-Belanda, sehingga tak heran jika sekarang ini ada sekitar 75.000 orang Jawa yang telah tinggal di Suriname dan mereka tetap menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa keseharian mereka.

Hubungan dengan tanah leluhur pun mereka pelihara. Beberapa di antara mereka bahkan sudah bertemu langsung saudara dan kerabat, atau sekadar berhubungan lewat surat elektronik. Saat ini, di Facebook terdapat grup Sambung Roso Java Suriname-Indonesia. Anggotanya mencapai 29,1 ribu akun facebook.

2. Singapura

Singapura merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk orang Jawa yang terbilang cukup besar, bahkan di negara ini terdapat beberapa kampung Jawa yang dihuni oleh orang Jawa asli.

Pada tahun 1825 banyak orang Jawa dari Jawa Tengah yang dibawa ke Singapura, mereka dipekerjakan di negara ini sebagai buruh perkebunan karet, pekerja kereta api, dan juga sebagai pekerja di konstruksi jalan raya.

Beberapa kampung Jawa yang ada di Singapura, yaitu berada di Rochor dan Kallang. Semua orang Jawa yang menetap di negara ini hidup rukun dengan orang China dan Melayu. Inilah salah satu bukti bahwa bahasa Jawa telah mendunia.

3. Malaysia

Malaysia merupakan negara yang serumpun dengan Indonesia dan bahasa yang digunakan pun juga mirip dengan bahasa Indonesia. Masyarakat Jawa di negara ini saat ini merupakan generasi ketiga dan keempat.

Meskipun mereka masih menggunakan dan melestarikan adat Jawa tetapi mereka sudah dianggap sebagai orang pribumi Malaysia yang sah. Orang Jawa di negara ini menyebar di beberapa wilayah yaitu disekitar Tanjung Karang, Kelang, Banting, Sabak, Bernam, dan Sepang.

4. Belanda

Belanda merupakan negara yang pernah menjajah Indonesia, selama menjajah Indonesia negara ini juga mengirim sebagian orang Jawa ke Belanda untuk dijadikan budak.

Sehingga tak heran jika bahasa Jawa juga sangat familiar di negara ini. Yang lebih unik lagi adalah minat orang Belanda terhadap bahasa Jawa dan juga sastra Jawa, bahkan di negara ini bahasa Jawa juga masuk dalam daftar bahasa yang dipelajari di salah satu Universitas tertua di Belanda yaitu Universiteit Leiden yang telah di didirikan pada tahun 1575.

5. Kaledonia Baru

Kaledonia Baru merupakan salah satu negara yang terletak di Samudera Pasifik dan merupakan negara milik Perancis. Sebagian besar dari penduduk negara ini adalah orang Jawa dan mereka dikirim dan dipekerjakan sebagai kuli kontrak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Orang Jawa di Kaledonia Baru mencapai jumlah 20 ribu imigran, yang dikirim antara 1896 hingga 1955 dengan empat kali kloter perjalanan. Mereka disebut sebagai orang kontrak atau buruh yang dikontrak oleh bekas pemerintah kolonial Perancis.

Orang Jawa yang berada di negara ini tetap menggunakan dan melestarikan bahasa Jawa sebagai bahasa keseharian mereka, tetapi generasi mudanya lebih banyak menggunakan bahasa Perancis.

Orang Jawa Kaledonia Baru tidak begitu mementingkan lokasi tempat tinggal mereka. Berbeda dengan orang Jawa Suriname yang kerap merasa harus tinggal di Jawa dan kembali ke kerabat, orang Jawa Kaledonia sama sekali tak memedulikan hal tersebut. Pada 1950, banyak orang Jawa yang kembali ke Indonesia, namun justru meminta dikembalikan ke Kaledonia Baru. Orang-orang ini disebut Wong Baleh.

Catatan ISEE, Badan Statistik New Caledonia, terdapat sekitar 7.000 orang keturunan Indonesia berkewarganegaraan Perancis, meskipun yang masih mengaku sebagai keturunan Indonesia hanya sekitar 3,851 orang. Sementara sisanya mengaku sebagai orang Kaledonia.

6. Kepulauan Cocos di Australia

Kepulauan Cocos adalah sebuah daerah yang berada di wilayah teritorial Australia. Mayoritas penduduk di pulau ini adalah orang Melayu sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka menggunakan bahasa Melayu. Dari keselurahn orang Melayu yang berada di negara ini, tidak sedikit dari mereka yang berasal dari etnis Jawa.

Orang Jawa yang berada di kepulauan ini berasal dari keturunan para pekerja yang didatangkan oleh Inggris dari Pulau Jawa pada masa abad ke-19.

Keturunan dari Jawa yang berada di negara ini masih memegang kebudayaan Jawa, bahkan banyak dari mereka yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bagian dari bahasa sehari-hari. Oleh karena itu tidak heran bila Australia pernah menjadikan gambar wayang kulit sebagai gambar perangko nasional Australia.

Di Cocos Keeling Islands, Anda bisa menyaksikan sinetron dan acara TV Indonesia. Bahkan lagu-lagu yang didengarkan juga lagu Indonesia. Karena dahulu pulau ini dihuni oleh budak-budak yang berasal dari Jawa, Sabah dan Serawak. Maka tidak heran kalau kamu akan menemui kesenian wayang kulit dan batik. (Sbg/Rig)

Comments