perlakuan pelecehan
Ternyata ternyata tidak sedikit kaum laki-laki yang menjadi korban perlakuan pelecehan seksual oleh perempuan.(Sumber: Medium.com)

Sabigaju.com – Meski umumnya kaum perempuan yang sering mendapat perlakuan pelecehan seksual ternyata tidak sedikit juga laki-laki yang menjadi korban pelecehan seksual oleh perempuan.

Namun sepertinya hanya segelintir kaum laki korban yang melaporkan perlakuan pelecehan yang dialaminya, atau sekadar bercerita kepada teman atau kerabat, membuat peristiwa ini jarang diketahui publik.

Kultur maskulin yang hingga kini dianut sebagian besar masyarakat sepertinya juga turut menyebabkan sebagian kaum laki-laki yang mendapat perlakuan pelecehan enggan melapor ke pihak berwajib.

BACA JUGA: Menyikapi Kekerasan Terhadap Pria dalam Sebuah Hubungan 

Soal Cara Pandang

Menurut Lara Stemple, seorang profesor hukum dari University of California, Los Angeles, seperti mengatakan bahwa kita harus mengubah cara pandang kita terhadap laki-laki dan seks.

Terlebih pada anggapan bahwa bagi semua laki-laki “all sex is good sex” merupakan stereotip terhadap laki-laki. Inilah yang membuat mereka sulit muncul dan melaporkan ketika mereka menjadi korban pelecehan seksual.

Jika perempuan sering tidak melaporkan kejahatan seksual yang mereka alami karena malu dan takut terhadap pembalasan atau takut tidak dipercaya, serta kemungkinan besar laporan tersebut justru akan membuat mereka menjadi tertuduh yang menyebabkan mereka sendiri diserang.

Maka bagi korban laki-laki, alasan tidak melaporkan menjadi jauh lebih berat. Sama sekali tidak ada yang percaya, dan ditambah dengan tudingan bahwa mereka adalah laki-laki lemah gemulai.

padahal laki-laki yang menjadi korban perlakuan pelecehan seksual sangat rentan mengidap berbagai masalah psikologis.

Mulai dari, seperti depresi, keinginan bunuh diri, disfungsi seksual dan lainnya, sama halnya dengan apa yang terjadi pada para perempuan korban pelecehan seksual.

BACA JUGA: Begal Payudara, Antara Iseng dan Konsekuensi Hukum

Saat Lelaki Mendapat Pelecehan Seksual di Kantor

Josh Levs, penulis All in: How Our Work-First Culture Fails Dads, Families, and Businesses – And How We Can Fix It Together, mengaku pernah mengalami perlakuan pelecehan seksual yang dilakukan oleh perempuan yang menjadi atasannya di kantor.

Josh Levs  dalam pengakuannya beberapa waktu lalu mengatakan , pelecehan seksual bukanlah suatu sanjungan, tetapi hal yang membingungkan dan menakutkan.

BACA JUGA: Cowok Sejati itu Tidak Melakukan Pelecehan Seksual 

Di tempat kerja, orang-orang, laki-laki dan perempuan, membutuhkan pekerjaan dan berharap dapat meningkatkan karier mereka.

Akan tetapi ketika tubuh dan seksualitas mu diperlakukan sebagai komoditas, hal tersebut akan membuatmu merasa tidak berdaya. Ajakan berhubungan seks untuk meningkatkan karier bukanlah suatu syarat. Ini adalah ancaman.

Perlakuan Pelecehan seksual dapat terjadi pada siapa saja, termasuk dirimu. Oleh karena itu, semua pihak harus berusaha keras agar perlakuan pelecehan seksual  tidak terjadi pada siapapun termasuk kepada lelaki sekalipun. (Sbg/Rig)

Comments