Perilaku Emosional
(Foto: Twitter)

Sabigaju.com – Baru-baru ini beredar  video yang menunjukan perilaku emosional emak-emak yang ribut hingga nyaris baku hantam gara-gara berebut makanan di sebuah acara kondangan atau pesta hajatan yang telah disaksikan ribuan orang.

Perilaku emosional  dua emak-emak yang berdandan cantik layaknya orang kaya tersebut terekam dalam banyak sudut kamera menunjukkan adu mulut dengan suara yang sangat kencang.

Timbul, pertanyaan bagaimana seharusnya sikap pria  terlebih jika pasangannya memiliki perilaku emosional seperti itu.

BACA JUGA: Revenge Porn, Dendam Digital dan Kerusakan Mental

Penelitian Perilaku Emosi Wanita

Setiap pria tentunya berharap ingin memiliki pasangan wanita yang baik terlebih saat mendampingi dirinya di ruang publik. Tapi, pada kenyataannya, di tengah jalan sering kali sifat buruk wanita keluar dan hal itulah yang paling dibenci oleh para pria.

Wanita yang memiliki sifat emosional biasanya selalu membesarkan masalah kecil, bahkan tak menerima penjelasan apapun juga.

Hingga muncul ungkapan “Perempuan menggunakan hati, sementara laki-laki menggunakan otak”? Rasa-rasanya, pernyataan di saat seringkali terucap oleh orang di sekitar kita.

Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti University of Basel di Switzerland, mengungkapkan bahwa tidak ada yang salah dengan pernyataan tersebut. Lebih lanjut, para peneliti juga mengatakan bahwa tidak ada yang salah juga dengan keadaan perempuan yang lebih emosional daripada laki-laki.

Dengan hasil penelitian, mereka menjelaskan bahwa bukan “hati” yang menyebabkan kondisi ini, melainkan otak.

Hal tersebut memang wajar, sebab ada perbedaan struktur otak antara anak perempuan dan anak laki-laki.

BACA JUGA: Nih, Sederet Kebiasaan Beracun yang Kerap Dianggap Normal 

Struktur Otak dan perilaku Emosi

Sejalan dengan perkembangan, perbedaan struktur otak ini kemudian menyebabkan kurangnya empati, abai terhadap perasaan orang lain, dan tanda lain seperti kurangnya rasa penyesalan atau rasa bersalah.

Sifat-sifat ini kemudian dikaitkan dengan kurangnya pengembangan hati nurani dan empati.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa pada otak anak laki-laki memiliki volume insula anterior atau volume materi abu-abu yang tumbuh lebih besar pada bagian yang menyebabkan perilaku kurang peka terhadap perasaan dan emosi.

Insula anterior adalah daerah otak yang terlibat dalam pengenalan emosi dan empati pada orang lain. Sebesar 19 persen bagian otak tersebut merupakan bagian yang tidak peka terhadap perasaan dan emosi.

BACA JUGA: Aktivitas Jalan-jalan Tekan Kebiasaan Mengonsumsi Hal Negatif

Lebih lanjut, para peneliti mengatakan bahwa mereka tidak menemukan ciri yang sama pada otak perempuan. Bahkan pada perempuan dengan kepribadian yang sama.

Hasilnya? Peneliti menemukan adanya struktur otak yang berbeda antara anak perempuan dan anak laki-laki, yang menentukan kepekaan terhadap perasaan dan emosi.

Peneliti juga mencatat bahwa perubahan materi abu-abu pada insula anterior kemungkinan besar memiliki kaitan dengan kedewasaan seseorang.

“Pada langkah selanjutnya, kami ingin mengetahui apa yang menyebabkan beberapa remaja ini mengembangkan masalah kesehatan mental di kemudian hari, sementara yang lain tidak pernah mengalami masalah,” ucap seorang juru bicara penelitian Nora Maria Raschle.

Berdasarkan penelitian ini, pernyataan “wanita menggunakan hati, sementara pria menggunakan otak” mungkin perlu diubah, karena keduanya menggunakan otak ketika berkaitan dengan emosi, walaupun wanita memang lebih perasa.

BACA JUGA: Kondisi Dilematis Seorang Suami, Dukung Istri atau Bela Ibu?

Menghadapi Pasangan wanita yang Emosional

Sebenarnya untuk menghadapi pasangan wanita Keras Kepala tergantung dari seberapa kadar perilaku emosional yang kerap diltujukannya.

Jika kamu masih bisa mengarahkan tentu saja masih aman untuk hubunganmu dengannya.

Tentunya akan ada saat dimana kamu perlu mengalah, dan ada saat harus menunjukkan sikap tegas agar wanita tersebut menyadari dampak dari sikapnya itu.

Tetapi jika perilaku emosionalnya sudah akut dan sukar diberi arahan, maka hal itu tentu akan mengancam kelangsungan hubungan dan bisa menjadi penyebab hilangnya rasa cinta.

Bisa jadi suatu saat kamu terpaksa mengambil langkah drastis yaitu memutuskan hubungan asmara dengannya. (Sbg/Rig)

Comments