Seniman Digital
Sejumlah seniman digital asal Indonesia berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional

Sabigaju.com– Hari ini Jumat (10/11) Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Momentum ini tentunya bukan hanya sekedar untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa, raga dan hartanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, tapi kita dituntut untuk meniru semangat para pahlawan yang berani, untuk berkontribusi terhadap perkembangan bangsa Indonesia.

Nah, kali ini Sabigaju mau ajak kamu mengenal sederet  seniman digital yang merupakan anak muda bangsa ini yang dengan karya dan kreativitas, telah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional dalam bidang animasi. Siapa saja mereka?

1. Griselda Sastrawinata

Kamu harus kenal dengan sosok seniman digital perempuan satu ini. Ia adalah salah satu animator perempuan asal Indonesia yang terlibat dalam menciptakan karakter di film animasi ‘Shrek’, saat ia bekerja ia bekerja di perusahaan film DreamWorks Animation.

Seniman Digital
Griselda Sastrawinata (Foto Instagram grizandnorm)

Selaku seniman digital, tu sentuhan kreatifitasnya selaku animator dapat kita saksikan lewat  berbagai film animasi kelas dunia, diantaranya ‘Kung Fu Panda,’ ‘Shrek,’ ‘Puss in Boots,’ ‘Rise of the Guardians,’ ‘The Croods,’ ‘How to Train Your Dragon,’ ‘Penguins of Madagascar,’ dan ‘Home’, ‘Bee Movie’, hingga’Neighbors from Hell’ yang semuanya keren abis.

Griselda juga terlibat dalam pembuatan film ‘Moana’,’Frozen Holiday Special’ serta ‘Wreck it Ralph 2’ loh, sob!

Awalnya Griselda bekerja di perusahaan animasi Dreamworks. Namun dengan langkah berani, Griselda pindah ke perusahaan impiannya yakni Walt Disney Animation Studios sebagai visual development artist.

Ia merupakan orang Indonesia pertama yang mendapat kesempatan bekerja di Walt Disney Animation Studios.

2. Rini Triyani Sugianto

Seniman digital lain asal Idonesia yang juga menggeluti dunia animasi dan karyanya telah mendunia adalah Rini Sugianto.

Perempuan ini adalah seorang animator yang khusus dalam bidang character animation. Rini bergabung dengan Weta Digital di Selandia Baru yang ketika itu menggarap visual efek paska produksi film The Avengers.

Seniman Digital
Rini Sugianto (Foto: Instagram rinisugianto)

Selain itu, Rini juga pernah terlibat dalam pembuatan film animasi The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn.

Ia juga pernah ikut ambil bagian dalam pembuatan film Hollywood lainnya seperti ‘The Hobbit: An Unexpected Journey’, dan The Hobbit: ‘The Desolation of Smaug?’, ‘Hunger Games: Catching Fire’, ‘Iron Man 3’, ‘Teenage Mutant Ninja Turtles’, ‘The Avengers Age of The Ultron’ serta ‘Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows’.

3. Michael Reynold Tagore

Pria Lulusan Desain Grafis Universitas Tarumanegara dan S-2 jurusan desain di University Technology of Sydney ini ternyata tak boleh diremehkan kemampuannya di dunia animasi.

Seniman digital asal indonesia ini mengambil peran di balik layar pembuatan film’ The Hobbit’ dan ‘Batman vs Superman: Dawn of Justice’.

Seniman Digital
Michael Reynold Tagore (kaskus)

Cowok kelahiran Surabaya, 24 Mei 1979 ini juga berperan dalam banyak film, yaitu ‘Alvin and the Chipmunks: The Road Chip’ (2015) sebagai shader/texture, ‘Maze Runner: The Scorch Trials’ (2015) sebagai shader/ texture, ‘Dawn of the Planet of the Apes’ (2014) sebagai Textures Department, ‘The Hobbit: The Battle of the Five Armies’ (2014) sebagai Texture Artist, ‘Iron Man 3’ (2013) sebagai Digital Effects Crew, ‘The Hobbit: The Desolation of Smaug’ (2013) sebagai Texture Artist, ‘The Wolverine’ (2013) sebagai Model/Texture, dan ‘Happy Feet Two’ (2011) sebagai Surfacing Artist. Banyak banget

4. Charles Santoso

Seniman Digital lain yang turut mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional  adalah Charles Santoso. I

a lahir di Indonesia dan menempuh pendidikan di Australia, hingga melanjutkan kariernya di sana.

Pasca lulus dari University of New South Wales di Sydney, Charles berkarier di Animal Logic, studio animasi Australia. Saat bekerja di Animal Logic, Charles bertugas sebagai concept artist yang tugasnya memvisualisasikan film, sebelum nantinya masuk ke bagian produksi.

Seniman Digital
Charles Santoso. (Foto: Instagram charlessantoso)

Charles juga turut andil di beberapa film seperti ‘The Lego Movies’ dan ‘Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole’.

Selain sebagai ilustrator di Animal Logic, kini dia juga tengah membuat ilustrasi untuk sejumlah buku anak-anak.

5. Andre Surya Wiyono

Seniman digita lainnya yang juga sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah film Hollywood adalah Andre Surya, lelaki kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1984.

Namanya muncul dalam kredit film ‘Iron Man’, ‘Star Trek’, ‘Terminator Salvation’, ‘Transformers: Revenge of the Fallen’, dan ‘Iron Man 2’, sebagai digital artist.

Seniman Digital
Andre Surya Wiyono (Foto: Instagram esda_ofc)

Andre juga terlibat dalam pengerjaan film’ Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull’, ‘Surrogates’, hingga ‘The Last Airbender’ .

Kini Andre disibukan dengan membuka sebuah sekolah animasi bernama Enspire School Digital Art (ESDA) yang diklaimnya sebagai sekolah 3D animasi dengan kurikulum standar internasional.

6. Ronny Gani

Seniman Digital selanjutnya yang turut mengharumkan nama Indonesia lewat karyanya adalah Ronny Gani.

Seniman Digital
Ronny Gani. (Foto: Instagram ronngan)

Ia terlibat dalam pembuatan film the Avengers,, Noah, and Transformers: Age of Extinction serta film arahan sutradara kondang Guillermo Del Toro, Pacific Rim

Keterlibatan Ronny dalam film tersebut saat dirinya mendapatkan kesempatan bergabung di Industrial Light & Magic (ILM) Singapore, yang notabene masih satu grup Lucasfilm.

7. Christiawan Lie

Chrisiawan Lie awalnya hanya ilustrator magang di perusahaan penerbit ternama, Devil’s Due Publishing. Torehan karya Pria kelahiran Solo, 5 September 1974 ahirnya mulai dilirik, sejak saat itu.

Selku seniman digital, Chris mulai mencuat saat karyanya terpilih dalam proyek untuk memodernkan action figur GI Joe dari Hasbro, perusahaan mainan raksasa pemegang lisensi pusat GI Joe.

Seniman Digital
Christiawan Lie (Foto Instagram chrisliecaravan)

Keterlibatan Chris dalam pembuatan GI Joe Sigma 6 adalah mulai dari pembuatan desain action figure, ilustrasi untuk cover DVD, kemasan, serta media promosi lain yang berkaitan dengan komik tersebut di akhir 2004. Dia mendapat kontrak untuk pembuatan karakter tokoh GI Joe selama lima edisi.

Chris pulang ke tanah air ada 2007 dan membangun bisnisnya sendiri dengan mendirikan Caravan Studio. Hampir semua order pengerjaan datang dari berbagai perusahaan besar Amerika seperti Marvel, Hasbro, Mattel, LEGO dan Sony Online Entertainment.

Namun demikian, kecintaan Chris dan tim terhadap budaya lokal tidak pernah sirna. Hal itu ditunjukan oleh Caravan Studio yang didirikannya dengan menggarap komik serial wayang Baratayudha.

Salut buat para seniman digital Indonesia yang mencurahkan tenaga, pikiran untuk karya yang mengharumkan nama Indonesia. Mereka berjuang layaknya pahlawan di era kekinian. (Sbg/Rig)

Comments