masturbasi bermanfaat bagi kesehatan
(Foto; Freepik.com)

Sabigaju.com – Berapa kali biasanya kamu melakukan masturbasi dalam sebulan? sering? jarang? atau mungkin sangat jarang?

Buat kalian yang sudah memiliki pasangan (menikah) mungkin melakukan hubungan seksual yang kemudian berujung pada ereksi mungkin sudah menjadi aktivitas sehari hari yah.

Tapi bagaimana buat kamu para jomblo? apakah kamu juga harus mengeluarkan cairan sperma dengan melakukan masturbasi secara rutin?

Jawabannya YES! meski tidak bisa melakukan hubungan seksual, cairan sperma tetap harus rutin dikeluarkan karena ini berhubungan dengan kesehatan tubuh kamu.

Masturbasi bukan seuatu kegiatan yang berbahaya, justru hal ini bagus dilakukan untuk mencegah berbaigai penyakit. Berikut ini dampak buruk jika kamu jarang masturbasi.

BACA JUGA: Audio Porn, Layanan Kisah Erotis yang Tengah Laris Manis 

1. Mencegah Kanker Postat

Menurut WHO sekitar 1.3 juta pria di dunia menderita kangker postat. Bahkan Indonesia menduduki peringkat ke 2 sebagai negara dengan pria yang menderita penyakit ini.

Jika kamu sama sekali tidak melakukan masturbasi – penelitian mengatakan itu tidak sehat. Faktanya, banyak penelitian telah menunjuk pada kesimpulan bahwa “frekuensi ejakulasi tinggi” terkait dengan risiko kanker prostat yang lebih rendah.

2. Darah Tinggi

Jarang melakukan hubungan seks atau masturbasi ternyata berkaitan dengan tekanan darah. Sains mengatakan itu bukan kebetulan.

Faktanya, sebuah studi  yang dimuat di jurnal medis Biological Psychology menemukan bahwa orang yang melakukan hubungan seks secara teratur memiliki tingkat tekanan darah yang lebih rendah daripada mereka yang tidak.

Ini juga terkait dengan hubungan antara seks dan stres. Para peneliti mengontrol beberapa variabel dalam penelitian tersebut dan menyimpulkan bahwa berhubungan seks lebih sering sebenarnya meningkatkan respons fisiologis tubuhmu terhadap stres.

Ini, pada gilirannya, menjaga tekanan darah seseorang pada tingkat dasar yang lebih rendah.

BACA JUGA: Kamu Siap Bercinta dengan Robot Seks di Era New Normal?

3. Mengusir Stres

Tidak melakukan masturbasi juga ternyata bisa mempengaruhi tingkat stres kamu loh. Ahli saraf Dr. Debra W. Soh mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Men’s Health bahwa selama orgasme.

“Endorfin dilepaskan yang dapat membantu meningkatkan suasana hati kamu. Jadi, jika Anda cenderung menggunakan seks sebagai cara untuk mengatasi stres , kekeringan bisa membuat frustasi ganda. ” Tegasnya

4.  Jadi Anti Bodi

Orgasme sangat bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuhmmu.  Hal ini dimuat  dalam studi yang dilakukan oleh psikolog Carl Charnetski dan Francis Brennan Jr.

Mereka melakukan penelitian di mana mereka meminta pasien yang berhubungan seks sekali atau dua kali seminggu untuk memberikan sampel air liur. Sampel tersebut ternyata mengandung konsentrasi yang sangat tinggi dari imunoglobulin antibodi penghilang flu biasa.

BACA JUGA: Yuk Latih Ketangkasan Seks dengan Sederet Olahraga Ini! 

5. Membantu Kinerja  Saat Kondisi Menurun.

Jika kamu sudah mengalami tekanan darah tinggi, stres yang berlebihan, kemudian mudah sakit, tentu saja ini berpengaruh pada kinerja kamu dalam berkerja.

Jadi meskipun hanya seminggu 2 kali keluarkanlah cairan sperma kamu secara teratur.

Di Indonesia kegiatan masturbasi memang masih canggung untuk dibicarakan, tapi secara medis hal seperti ini cukup biasa dan wajar.

Jadi jika kamu mengalami kesulitan saat ereksi atau tidak memiliki gairah seks, jangan segan untuk berkonsultasi ke dokter yang ahli dalam bidang ini. (Sbg/Ana)

Comments