Ilustrasi Mendengarkan Audio
Foto: (Freepik.com)

Sabigaju.com –  Saat kebosanan melanda ditengah menjalani anjuran berdiam diri dirumah rupanya begitu banyak orang memilih untuk mendengarkan kisah-kisah erotis lewat layanan audio porn.

Fenomena ini mulai terlihat di Amerika Utara dan Eropa  beberapa bulan belakangan dan semakin banyak saja peminatnya seiring berjalannya masa stay at home ataupun lockdown karena pandemi virus Corona. sebagai upaya pelarian dan kesenangan.

Aplikasi audio erotis Dipsea, misalnya mengalami peningkatan pelanggan sebesar 84 persen sejak Maret 2020  lalu. Aplikasi ini menawarkan berbagai pilihan rekaman cerita erotis untuk para pelanggannya..

Hal serupa juga di alami oleh situs Devlin juga mengalami peningkatan. Jumlah pengunjung situsnya naik 6.000 persen, pelanggan berbayar naik 300 persen, dan pesanan audio khusus naik 200 persen.

BACA JUGA: 2020: Tahun Suram Layar Lebar, Tahun Emas Film Porno

Beragam Kisah Erotis untuk Meredakan Kecemasan

Menurut pendiri aplikasi Dipsea,  Gina Gutierrezmeningkatnya pengguna aplikasi audio Porn  kemungkinan ada kaitannya dengan keinginan seseorang menenangkan diri ketika dilanda rasa cemas atau gelisah.

Audio erotis dapat dijadikan sebagai pelarian untuk orang-orang yang muak kelamaan di rumah sendirian.

Keunikan lain audio porn adalah beragam kisah erotis disajikan tidak terpaku pada standar kecantikan yang ada seperti yang tampilkan dalam film-biru.

Menurut pendiri platform audio porn Quinn, Caroline Spiegel, video dewasa kebanyakan mempertontonkan perempuan cantik dengan bentuk tubuh tidak realistis. Hal itu bisa  membuat penonton merasa minder atau tidak seksi.

BACA JUGA: Sederet Alasan Vital untuk Menghentikan Kebiasaan Nonton Film Biru!

Fantasi Melampaui Film dan Novel Erotis

Konten audio erotis  memberikan ruang yang lebih besar untuk berfantasi, dan terbukti inklusif baik untuk semua jenis kelamin maupun penyandang disabilitas. Audio porn menyediakan apa yang tak mampu diberikan lewat video.

Bomming audio erotis membuat para kreator seakan ingin menyusul tren sebelumnya, seperti yang dilakukan para penulis  novel cerita erotis, ataupun film porno bertema virus corona.

Mereka berupaya membuat kisah menarik untuk melampaui kerja mandiri para bintang film porno yang melakukan work from home dengan membuat konten film sendiri di rumah.

Namun  kamu tentunya tak bisa mengakses konten audio porn di Tanah Air. Sebab pornografi merupakan salah satu bentuk tindak pindana yang melawan hukum.

Kamu nggak mau kan tertangkap tangan oleh pihak berwajib saat mendengarkan audio porn? (Sbg/Rig)

Comments