Sederet peristiwa heboh di Minggu keempat Mei 2020

Sabigaju.com – Ada sejumlah peristiwa di minggu keempat Mei 2020 menjadi perhatian dan perbincangan publik dan netizen di berbagai lini media sosial.

Berikut selengkapnya sejumlah peristiwa yang menjadi atensi publik dan netizen di minggu keempat Mei 2020.

1. Heboh Prank Pemenang Lelang Motor Jokowi

Di minggu keempat Mei 2020 publik dan netizen dibuah heboh dengan aksi seorang pria bernama M. Nuh yang diketahui sebagai pemenang lelang motor Jokowi di konser amal bertajuk “Berbagi Kasih Bersama Bimbo” pada Minggu (17/5/2020) malam lalu.

Motor tersebut merupakan motor listrik nasional Gesits buatan Institut Teknologi Surabaya yang diproduksi oleh Garansindo. Motor yang awalnya ditaksir memiliki harga sekitar Rp 24 juta, menjadi berlipat ganda lantaran terdapat tanda tangan Presiden Joko Widodo.

Jokowi naik Motor gesit
(Foto: Instagram.com/jokowi)

Dalam lelang, motor listrik Jokowi berhasil ditebus dengan angka hingga Rp 2,55 milia dan Pemenangnya adalah M. Nuh.

Belakangan M. Nuh panik setelah ditunjuk sebagai pemenang lelang. M. Nuh tidak mengetahui bahwa acara yang diikutinya adalah lelang. M. Nuh justru mengira dirinya akan mendapatkan hadiah.

Motor Gesits akhirnya jatuh pada pemenang kedua yaitu Warren Tanoe, anak Hary Tanoesodibjo yang masih berusia 19 tahun.

Warren bersedia meningkatkan angka tawarannya senilai dengan yang ditawar M Nuh, buruh yang sempat jadi pemenang lelang, namun tak bisa membayar. Akhirnya, Warren menyamakan angka itu, mengambil uang dari tabungannya.

BACA JUGA: Gaes, Ikutan Tawuran Warga Saat Pandemi Corona Itu Covidiot! 

2. Adu Jotos berujung Damai

di minggu keempat Mei 2020, jagat media sosial dihebohkan dengan video aksi Umar Abdullah Assegaf yang adu jotos dengan petugas gabungan. Kejadian itu terjadi di check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Exit Tol Satelit Surabaya, Jawa Timur.

Dalam video yang viral itu, tampak petugas gabungan menghentikan sebuah mobil sedan Toyota Camry bernomor polisi N1B di sebuah jalur putar balik. Namun hal itu membuat Habib Umar Assegaf Bangil tidak terima karena dipaksa putar balik.

(Capture Video)

Polisi sempat menegur karena pelaku tidak memakai masker, dan jumlah penumpang melebihi ketentuan PSBB. Namun, Umar Abdullah Assegaf yang mengenakan pakaian gamistetap menolak dengan suara bernada keras.

Kemudian datang petugas berseragam Satuan Polisi Pamong Praja ikut menegur. Cekcok pun tak terhindarkan hingga kemudian Umar mendorong petugas. Kemudian, sang petugas balas mendorong dan menendang Umar.

Beberapa hari pasca iniden tersebut Umar dan petugas Satpol PP bertemu da saling memaafkan tanpa syarat. Hal itu tak lain untuk menjaga kondusifitas dan keselamatan masyarakat dari hal-hal yang tak diinginkan.

3. Lelang keperawanan 2 Miliar

Di minggu keempat Mei 2020 nama selebgram Sarah Keihlmenjadi perbincangan publik dan netizen di berbagai lini masa media sosial setelah unggahan videonya yang berjudul ‘Lelang Keperawanan’ sampai jadi trending topic di Twitter.

“Aku akan melelang keperawanan aku mulai dari Rp 2 miliar dan 100 persen dananya akan didonasikan dan disumbangkan kepada para pejuang COVID-19 dan semua yang membutuhkan. Terima kasih, aku harap kalian bisa ambil positifnya,” kata Sarah

Sarah Kiehl
(Foto: instagram.com/sarahkeihl)

Belakangan video itu hilang dan diganti dengan postingan kalimat ucapan permintaan maaf.

“Hallo temen2 maaf udh buat kegaduhan, sebenernya lelang keperawanan itu bentuk sindiran aku terhadap masyarakat yg gak peka sama situasi kaya gini, masih nongkrong dll, aku tujuannya sarkasme /bercanda,” tulis Sarah di postingan terbarunya, Kamis (21/5/2020).

Sarah juga mengklaim bahwa dirinya tidak bermaksud untuk melecehkan pihak perempuan manapun, juga tak ada tujuan terselubung lainnya.

BACA JUGA: Sulitnya Mempertahankan Keperawanan di Jaman Now

4. Baru, Bebas Bahar Smith Balik Lagi ke Bui

Di minggu keempat Mei 2020 publik dan netizen ramai memperbincangkan nama Bahar bin Smith yang kembali dijebloskan ke bui. Hal itu terjadi lantaran Bahar dianggap telah melanggar proses asimilasi yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) kepadanya.

Bahar kembali masuk sel karena melanggar asimilasi yang dianggap menimbulkan keresahan di masyarakat dengan melakukan ceramah depan kerumunan massa dan isi ceramahnya provokatif yakni menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah.

Bahar Smith

 

Selama menjalani sisa masa hukuman, Bahar akan tetap berada di Lapas Gunung Sindur. Namun sejak Bahar kembali ditahan , simpatisan pendukung Bahar berkerumun di Lapas Gunung Sindur memaksa untuk bertemu dengan Bahar Smith sambil berteriak-teriak, dan melakukan tindakan provokatif yang menyebabkan perusakan fasilitas negara berupa pagar lembaga pemasyarakatan

Merujuk pada kondisi tersebut,Bahar Bin Smith dipindahkan dari Lapas Gunung Sindur untuk ditempatkan sementara waktu di Lapas Klas I Batu Nusakambangan

Bahar Smith dijatuhi vonis 3 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan masa tahanan oleh majelis hakim karena dinilai terbukti melakukan tindak penganiayaan terhadap dua remaja pada Juli 2019.

BACA JUGA: Terbukti Melakukan Penganiayaan Anak Di Bawah Umur Habib Bahar Dibui

5. Viral Video Perundungan Bocah penjual

Di minggu keempat Mei 2020 Publik dan netizen heboh membaas beredarnya video seorang bocah  berinisial RL yang berusia 12 tahun,  saat menjajakan jajanan jalangkote dirundung, dipukuli, dan dibanting kelompok pemuda di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

netizen heboh dengan video perundungan Pedagang jelangkote di Bully delapan orang diminggu keempat mei 2020
(Capture Video)

Video ini pun viral di berbagai media sosial, membuat puluhan ribu warganet geram dan mengecam ulah kelompok pemuda di Kabupaten Pangkep. Aparat kepolisian pun turun tangan langsung dan mengusut kasus perundungan bocah penjual jalangkote tersebut.

Sebanyak delapan orang pelaku perundungan bocah penjual jalangkote berhasil diamankan polisi. Polisi telah menetapkan tersangka utama, yakni F (26). Pelaku F terancam hukuman 3 tahun 6 bulan penjara dengan Pasal 351 KUHP subsider 80, Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman 3 tahun 6 bulan

Sementara itu, untuk 7 pelaku lainnya dikenakan pasal 76 C Undang-undang perlindungan anak. (Sbg/Rig)

Comments