Sabigaju.com – Bagi Anda yang terbiasa pulang kampung atau mudik lebaran ke wilayah Jawa Barat, seperti Garut dan Tasikmalaya, juga Jawa Tengah, melintasi tanjakan Nagreg mungkin bukan hal aneh. Nyaris setiap kali mudik juga saat arus balik, bagi mereka yang enggan melintasi kawasan Malangbong, mungkin akan memilih jalur tanjakan Nagreg menuju Garut yang medannya dikenal berkelok.

Sebagai jalur alternatif lingkar selatan dulu orang masih bisa menikmati perjalanan di sepanjang tanjakan dan turunan curam. Namun kini, saat kemacetan sulit diurai seiring bertambahnya volume kendaraan orang menjadi sulit berhenti barang sejenak di kawasan yang terowongannya sering disebut mirip dengan sirkuit Monte Carlo, di Monaco.

Terowongan Nagreg (Instagramdilla_dildut)

Terowongan panjang yang unik membelah pegunungan itu memang menyediakan ruang mata yang indah dengan panorama alam yang menakjubkan. Maka wajar jika tahun lalu banyak pengendara baik roda dua maupun empat terutama saat arus balik, akan menghentikan kendaraannya sejenak untuk sekadar melepas lelah sambil menikmati pemandangan yang indah itu.

Tapi kini, jangankan berhenti lama, untuk sejenak saja kita berhenti akan segera diusir petugas. Karena dengan berhenti sama saja menjadi musabab kemacetan di jalur menanjak itu. Bisa dibayangkan jika kemacetan terjadi di jalur itu. Selain efek frustasi yang akan dirasakan pengemudi, suara erangan knalpot motor dan mobil juga akan membuyarkan eksotisme alam di terowongan itu.

Terowongan Nagreg (Instagram muhamadiqbalee)

Derasnya volume kendaraan yang terus memadati kawasan itu, memang sulit dielakan. Karena itu wajar jika petugas memasang papan pengumuman agar tak berhenti disitu bahkan untuk sekadar berfoto ria.

Maka wajar jika keindahan Nagreg itu nyaris hilang dari pandangan kita, Kecuali hanya sekilas pandang saat kita melintasinya di atas kendaraan. Bagaimana pun indahnya, kenyamanan arus balik dan keselamatan lebih penting. Yang pasti jika Anda masih penasaran untuk menikmati keindahan gunung yang terbelah di sekitar terowongan Nagreg, maka datanglah di saat bukan musim mudik lebaran. Dengan begitu Anda akan bisa memandangi setiap inci keindangan eksotisme terowongan Nagreg yang mempesona itu. (Sbg/Ink)

Comments