Aroma pasangan
(Sumber Foto: askmen.com)

Sabigaju.com – Banyak pria yang punya kebiasaan menghirup aroma pasangan yang tertinggal di pakaian kala dilanda rasa rindu.

Nah,  kebiasaan mencium aroma pasangan dari pakaian tak anya bisa mengobati kerinduan tapi juga meredakan stress yang tengah dialami.

Simak ulasanya berikut ini:

BACA JUGA: Ssst, Aroma Parfummu Ternyata Mencerminkan Karaktermu!

Aroma Pasangan Bisa Redakan Stress dan Obati Kerinduan

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology terungkap hal menarik yang mengemukakan, metode baru untuk membantu meredakan stres adalah dengan mencium bau atau aroma pasangan lewat pakaian yang pernah dikenakannya.

Peneliti dari University of British Columbia (UBC) menemukan bahwa perempuan merasa lebih tenang setelah terpapar aroma pasangan laki-laki mereka.

Temuan ini mungkin menawarkan tip yang berguna pagi pasangan beda kota atau negara. Sejoli bisa tetap tenang meski kehidupan membuat mereka terpisahkan jarak alias LDR ataupun LDM.

“Banyak orang mengenakan kemeja pasangan mereka atau tidur di sisi ranjang pasangan saat ia pergi. Tapi mungkin tidak menyadari mengapa mereka berperilaku seperti ini,”

“Temuan kami menunjukkan bahwa aroma seorang pasangan saja, bahkan tanpa kehadiran fisik mereka, bisa menjadi alat yang ampuh untuk membantu mengurangi stres.” Kata Marlise Hofer, penulis utama studi ini.

BACA JUGA: Siapa Bilang LDM Takkan Berhasil?

Metode Unik Penelitian

Studi yang melibatkan 96 pasangan lawan jenis. Tujuannya untuk mengetahui apakah aroma tubuh pasangan dapat meredakan stres atau tidak.

Para pria diminta untuk mengenakan T-shirt selama 24 jam, tanpa mengenakan produk deodoran dan juga tanpa memakai parfum.

Mereka hanya memakan makanan yang tidak akan memengaruhi aroma tubuh mereka.

Setelah kaos dikenakan selama sehari, kaos tersebut disimpan di freezer untuk mempertahankan aroma tubuhnya.

Para wanita diberi beberapa macam T-shirt untuk dicium, yaitu kaus yang belum pernah dipakai, kaos milik orang asing, dan kaus milik pasangan wanita itu sendiri.

BACA JUGA: Yang Bisa Membuat Suami Betah Berlama-Lama dengan Istri

Para wanita itu kemudian mencium kaos tersebut tanpa mengetahui kaus mana yang dimiliki oleh pasangan mereka.

Setelah mencium kaus-kaus tersebut para wanita berpartisipasi dalam simulasi wawancara pekerjaan dan mengerjakan soal-soal matematika.

Para peneliti menemukan bahwa wanita yang menerima kaos yang dikenakan oleh pasangan mereka, memiliki tingkat kortisol yang lebih rendah dan terjadi penurunan kadar kortisol yang signifikan.

Nah, para wanita yang mencium aroma pasangan pada kaos mengatakan merasa lebih rileks saat menjalani simulasi wawancara pekerjaan dan saat mengerjakan soal-soal matematika. (Sbg/Rig)

Comments