April mop kita harus jaga jarak dengan hoax
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Biasanya memasuki 1 April begitu banyak lelucon April Mop bermunculan untuk mengerjai teman, keluarga atau orang lain. Kendati lelucon itu isinya nyeleneh dan bahkan tidak benar sekalipun tidak jadi soal, malahan dianggap sah-sah saja.

Namun demikian di tengah pandemi COVID-19 saat ini April Mop bisa berpotensi membahayakan kesehatan mental, seperti rasa cemas yang berlebihan dan ketidakstabilan emosi.

Sudah banyak contoh . Alih-alih bertujuan menghibur, lelucon jahil yang bisa membahayakan keselamatan orang lain atau malah membawa petaka.

BACA JUGA: Ingat Adab! Jangan Jadikan Pandemi Corona Bahan Bercanda 

Guyonan Konyol saat Pandemi COVID-19

Di tengah pandemi COVID-19, banyak orang akhirnya menahan diri untuk mengeluarkan lelucon. Pun begitu kemeriahan April Mop tidak lantas sirna dari dunia maya.

Bahkan Google yang biasanya setiap 1 April membuat perayaan April Mop, kini menghentikannya. Hal ini semata-mata sebagai bentuk empati di tengah situasi wabah COVID-19 ini.

Dalam konteks masa darurat COVID-19 seperti saat ini, kesadaran agar tidak menggunakan tema virus Corona untuk ngerjain orang lain saat April Mop seharusnya sudah kita miliki.

Alasannya sederhana: pandemi COVID-19 adalah salah satu tragedi terburuk sepanjang masa yang telah merenggut nyawa hingga puluhan ribu jiwa di seluruh dunia.

Menggunakan pandemi ini sebagai lelucon bisa menyebabkan kebingungan, ketakutan, dan kepanikan, memunculkan perselisihan, serta membuat fakta tidak lagi dipercaya.

Sudah sewajarnya kita lebih sensitif dalam memperhatikan rambu-rambu dan batasan-batasan dalam bercanda dan membuat lelucon.

BACA JUGA: Dear Cowok Humoris? Ini Kata Para Wanita Tentangmu 

Jaga Jarak dengan Hoax

Kita perlu lebih mengasah kepekaan dan rasa empati kita akan konsekuensi yang mungkin timbul akibat perilaku kita sendiri.

Sebelum membuat kejutan konyol  coba renungkan “Apakah yang aku lakukan berpotensi merugikan dan membahayakan diri sendiri atau orang lain?”

Apabila tetap nekat, konsekuensi pidana siap menanti bagi orang-orang yang menggunakan virus Corona sebagai bahan prank atau hoax.

Lihatlah contoh  yang belum lama ini terjadi, saat puluhan penyebar hoax virus Corona lewat media sosial diproses hukum oleh aparat kepolisian. Di kasus lainnya, beberapa pemuda yang membuat prank virus Corona juga ditangkap polisi.

Sudah seharusnya kita lebih bijak dengan menjaga jarak dengan hoax saat April Mop. Apalagi  dalam masa-masa sulit seperti darurat COVID-19 yang kita alami saat ini.

Kita perlu  lebih fleksibel meninggalkan tradisi April Mop saat ini adalah langkah bijak agar tidak menimbulkan dampak yang fatal bagi diri sendiri dan orang lain. (Sbg/Rig)

Comments