Sabigaju.com – Apple Worldwide Developers Conference merupakan annual event sang perusahaan teknologi raksasa. Biasanya, Apple Worldwide Developers Conference atau WWDC ini menjadi hajat besar bagi para fanboy–sebutan khusus para pecinta gawai Apple. Sebab yang biasanya terjadi, Apple mengumumkan produk baru apa yang akan segera diluncurkannya dalam waktu dekat. Namun, pada WWDC 2018 ini tampaknya para fanboy harus menahan hasrat meng-update gawai barunya dahulu.

Alih-alih mengumumkan produk baru, di WWDC 2018 ini Apple mengumumkan sistem operasi terbarunya, salah satunya yakni iOS 12. Untuk sistem operasi kali ini, Apple mematahkan tradisi. Pasalnya saat memperkenalkan iOS 12 ke para peserta WWDC 2018 ini, Apple memastikan pengguna iPhone 5S akan turut menikmatinya!

Pertama Di Asia, Apple Developer Academy Hadir di Indonesia

Hal ini merupakan sesuatu yang tak biasa, sebab tiap kali Apple merilis iOS terbaru, para pengguna iPhone lawas hanya bisa gigit jari karena gawai yang mereka gunakan takkan bisa merasakan update tersebut. So, tenang saja buat Sobat Sabi yang masih mengandalkan iPhone 5S sampai kini. Nanti begitu iOS 12 rilis kamu bisa ikutan meng-update kok!

IOS 12 akan jadi iOS versi keenam yang mendukung iPhone 5S. Ini merupakan rekor terbaru dalam siklus pembaruan Apple, sebab biasanya pada seri iPhone sebelum 5S yang terjadi adalah masing-masing hanya bisa mendapatkan maksimal lima versi iOS.

Senior Vice President of Software Engineering Apple, Craig Federighi mengatakan, iOS 12 difokuskan unyuk meningkatkan performa. Ia menjanjikan perangkat iPhone “jadul” tersebut bisa beroperasi lebih cepat.

Apa yang dilakukan Apple ini menuai kebanggaan, tak hanya dari pengguna tapi juga para pengamat gawai. Alasannya, pemberian sistem update pada perangkat lama ini jarang dilakukan oleh vendor yang merilis perangkat berbasis Android.

Tak hanya itu, Apple juga merilis sistem operasi macOS 10.14 untuk seluruh perangkat Mac, di WWDC 2018 kemarin. Apple memberi nama macOS 10.14 ini dengan nama Mojave.

Sekadar informasi, Mojave merupakan nama gurun yang berlokas di California Selatan, California Utara, Utah Barat Daya, Nevada Selatan, dan Arizona Baral Laut. Nama ini dipilih Apple bukan tanpa alasan kuat.

Menanti Kejutan iPhone Murah Rilisan Apple 2018

Craig Federighi menyampaikan keelokan alam dari Mojave lah yang menginspirasi Apple dalam menciptakan sistem operasi terbarunya. Saat malam hari, Mojave memiliki pemandangan yang sangat indah. Hal tersebut diaplikasikan dalam fitur Dark Mode yang hadir di macOS 10.14.

WatchOS juga kedapatan perbaruan, dan tentu saja dengan beberapa fitur baru pula. Fitur tersebut antara lain Competitions, yang memungkinkan penggunanya mengatur jadwal pertandingan seminggu dengan pengguna lain. Ada pula Walkie-Talkie, di mana para Apple Watch Users bisa bertukar pesan suara singkat.

Tak ketinggalan, tvOS juga memiliki beberapa perbaruan sistem. Satu yang paling besar adalah dukungan sound Dolby Atmos untuk TV 4K.

Apple Worldwide Developer Conference 2018 berlangsung pada 4-8 Juni, di tempat yang sama dengan WWDC sebelumnya, yaitu McEnery Convention Center, San Jose. (Sbg/Fitri)

Comments