Palmistry
(Sumber Foto: top10.com)

Sabigaju.com – Konon katanya, apabila kamu ingin mengetahui karakter dari seseorang, maka lihatlah tangannya alias palmistry. Bahkan ketika kamu belum pernah bertemu dengan orang itu, garis dan bentuk dari tangannya akan memberimu informasi mengenai orang tersebut.

Itulah Palmistry. Metode divinasi kuno yang masih bertahan prakteknya hingga saat ini. Namun, apakah sebenarnya pembacaan garis tangan tersebut sebenarnya akurat?

Palmistry atau metode divinasi melalui pembacaan garis tangan mulai terkenal di daerah Timur sekitar 5000 tahun yang lalu. Negara yang diketahui mempraktekan pertama kali yaitu China, Jepang, India, dan Korea dimulai dari waktu tersebut.

Namun ternyata metode ini sudah mulai menjamur ke Barat berabad-abad sebelum waktu tersebut. Ketika Palmistry sampai ke Eropa, metode divinasi ini memiliki nasib yang sama dengan metode divinasi lain karena dianggap sesat.

Dan barulah pada abad ke 19, dimana pada saat itu orang-orang mulai menaruh minat terhadap segala sesuatu yang bersifat okultisme, Palmistry akhirnya sempat menjamur.

BACA JUGA: Pentingnya Menjadi Diri Sendiri dari Perspektif Tarot 

Tentang Akurasi Palmistry

Banyak cerita dalam sejarah yang cukup membuktikan mengenai kebenaran dari hasil bacaan tersebut, seperti sosok Marie-Anne le Normand, seorang pencipta kartu Tarot jenis Le Normand dan pembaca Tarot terkenal saat itu yang pernah membacakan garis tangan Napoleon Bonaparte bahwa dia akan menjadi sosok paling terkenal di Perancis.

Namun, apakah Palmistry masih bekerja ilmunya hingga sekarang? Jawabannya adalah ya. Logikanya, kita dapat mengganti semua penampilan yang ada di tubuh kita, kecuali tangan.

Garis-garis di tangan tersebut menentukan sifat serta kebiasaan kita sehari-hari dilihat dari kerutan, bentuk, dan tekstur tangan orang yang dibaca.

BACA JUGA: Nih, Gaya Bercinta yang Cocok untuk Zodiakmu

Mengubah Garis Tangan

Menariknya, pada tahun 2011 lalu, ada fenomena operasi mengganti garis tangan di Jepang yang dipercaya dapat mengubah nasib seseorang. Dikatakan bahwa banyak sekali orang Jepang yang akhirnya berubah nasibnya secara misterius.

Namun, sebagai dokter bedah plastik yang melakukan prosedur tersebut, yaitu Dr. Takaaki Matsuoka, mengatakan bahwa dia pun tidak terlalu yakin mengenai hubungan antara nasib dan garis tangan yang berubah.

BACA JUGA: Begini Gambaran Dirimu dalam Ramalan Pohon Magis Celtic

Dia mengatakan bahwa justru nasib bergantung dengan bagaimana cara seseorang berpikir, meskipun dia banyak mendapat respon positif dari kliennya mengenai perubahan nasib mereka.

Palmistry masih bisa dipercaya akurasinya yang memiliki angka cukup tinggi. Ilmu membaca garis tangan ini selain untuk membaca nasib juga dapat digunakan untuk membaca kesehatan lho!

Semua itu kembali kepada diri masing-masing untuk percaya, ilmu kuno turun temurun tidak mungkin akan hilang begitu saja apabila memang tidak terbukti akurat. (Sbg/Rig)

Comments