pemutihan alat kelamin
Sumber: scmp.com

Sabigaju.com – Kulit putih masih menjadi tolak ukur penampilan yang baik bagi sebagian orang. Hal ini menjadi problematika sendiri, khususnya bagi orang Asia dimana sebagian besar masyarakatnya berkulit kuning langsat atau sawo matang. Mereka tak segan mengupayakan berbagai cara untuk mendapatkan kulit putih.

Semakin berkembangnya teknologi di bidang kecantikan pun seakan mendukung keinginan orang-orang untuk memiliki kulit putih. Suntik obat, penggunaan krim, sampai operasi bisa dilakukan demi memenuhi keinginan tersebut.

Bukan cuma kulit yang tampak di luar, belakangan bahkan geger soal treatment pemutihan alat kelamin di Thailand. Postingan prosedur pemutihan alat kelamin dari klinik pemilik treatment tersebut viral di media sosial.

Treatment pemutihan kelamin yang ditawarkan klinik tersebut adalah penggunaan laser sebagai alat untuk menghilangkan melanin pada kulit. Popol Tansakul, Marketing Manager dari klinik yang viral tersebut mengatakan mereka menerima rata-rata 20-30 pasien yang ingin memutihkan bagian kelamin mereka setiap bulannya. Bukan hanya dari Thailand, pasien mereka bahkan datang dari Myanmar, Kamboja, dan Hong Kong.

Treatment pemutih kelamin ini tentu saja menimbulkan pro dan kontra. Menteri Kesehatan Thailand, Dr. Thongchai Keeratihuttayakorn, telah memberikan tanggapannya terhadap hal tersebut. Ia mengingatkan soal efek samping seperti rasa sakit, inflamasi, bekas luka, gangguan sistem reproduksi sampai ketidaknyamanan saat bercinta.

Bahayakah treatment pemutihan alat kelamin?

Belum ada yang merilis kajian ilmiah resmi terkait dengan treatment pemutih kelamin tersebut. Namun, mengingat treatment laser untuk memutihkan kulit di bagian lain seperti wajah pun ada dampak negatifnya, bukan tidak mungkin pemutih kelamin pun demikian.

Memutihkan wajah dengan laser biasanya memberi efek iritasi, kemerahan seperti terbakar matahari, dan kulit yang kembali menghitam ketika perawatan laser telah dihentikan.

Selain masalah kepercayaan diri, memutihkan kelamin belum terbukti manfaatnya bagi kesehatan. Seperti yang dikatakan oleh menteri kesehatan Thailand, jika manfaat yang didapat tidak lebih banyak dibanding risikonya, sebaiknya memutihkan kelamin ini tidak dilakukan karena hanya akan membuang uang. (Sbg/Ftr)

Comments