(Sumber Foto: verywellmind.com)

Sabigaju.com – Bagi segelintir pasangan, menempuh menjalani hubungan dengan pasangan dapat dilakukan baik dengan varian seperti pacaran, hubungan tanpa status atau teman tapi mesra alias hubungan TTM.

Namun seringkali kami melihat  pasangan yang tersesat dalam proses menjalani hubungan asmara.. Hal itu kerap menimbulkan anomaly dimana HTS atau hubungan TTM menjadi pilihan dari pasangan.

Nah dalam pandangan Pembaca Kartu Tarot kenamaan Haruha Shirogane  hubungan  TTM merupakan hubungan antar individu paku kepada kebutuhan emosional.

Lantas layak nggak sih hubungan tersebut dijalani?

BACA JUGA: Pilih Mana: Friends and Benefit atau Friends with Benefit?

Variabel TTM

TTM berbeda dengan konsep Friend With Benefits (“FWB”) dan One Night Stand (“ONS”). Dimana FWB dan ONS sebagai konsep mengacu pada kebutuhan biologis atau naluriah antar individu sebagai dasar.

Hubungan TTM
(Foto: Unsplash)

Sedangkan konsep TTM ini mempunyai tingkat kesakralan 1 level diatas FWB dan ONS. Konsep TTM di sini dapat berlaku lebih dari satu orang TTM-an. Meskipun jatuhnya dirasa seperti mendua.

Ada juga variabel pasangan TTM karena masa percobaan untuk mengetahui apa yang dicari di seorang pasangan ke depan.

BACA JUGA: Alasan Pria Meninggalkan Wanita yang Mulai Jatuh Cinta Padanya 

Sisi Positif dan Negatif TTM

Umumnya pasangan memilih untuk menjalin hubungan TTM lantaran didasari tingkat kecocokan yang tinggi dari berbagai segi, namun tidak berani menempuh komitmen  akibat masih adanya keraguan atau trauma terhadap masa lalu.

Nah, kekurangan dari konsep TTM, pastinya ada harga yang harus dibayar meski tidak harus berupa material.

Hubungan TTM
(Foto: Taurusmansecrets.com)

Bayaran yang dimaksud adalah adanya pengorbanan resiko waktu,resiko lembaran baru yang berpotensi memakan hati/perasaan seperti sedih, sakit hati,kecewa
atau merasa tidak diprioritaskan.

Sisi positifnya menjalani TTM yaitu kita akan menjadi sebuah individu yang lebih memiliki mental, kontrol atas diri kita sendiri dan memiliki keberanian serta pengetahuan atas hal yang baik atau buruk untuk diri kita sendiri berkat pengalaman hidup yang sudah dialami.

Hal inilah yang menjadi sebuah proses pendewasaan seorang individu seutuhya.

BACA JUGA: Jenuh dan Menyakitkannya Hubungan Tanpa Status, Masih Mau Coba?

Layak Nggak untuk Dijalani?

Menurut Haruha, konsep hubungan TTM sebenarnya sah-sah saja selama memiliki kejelasan, kesepakatan serta kemauan/toleransi yang adil dari kesepakatan dua belah pihak secara sadar.

Hubungan TTM ini sebenarnya bukanlah variabel hubungan bagi pasangan yang belum “dewasa” secara mental dan spiritual.

Hubungan TTM
(Foto: Unsplash)

Karena TTM itu sendiri membawa resiko serius bagi kamu yang masih belum memahami posisi ego dan bagaimana perjalanan jiwa menuju manusia seutuhnya.

Untuk kamu yang sanggup melewati konsep ini, ada bonus berupa pembentukan kepribadian yang lebih kuat, matang, dewasa dan bijaksana dalam melihat bagaimana kamu memandang. (Sbg/Rig)

Comments