LaLaLa Fest
Duo musisi beraliran elektronik asal Inggris, Andy Clutterbuck dan James Hatcher yang tergabung dalam Honne saat tampil dalam Lalala Festival 2019 yang digelar di Ochid Forest, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Instaggram hellohonne)

Sabigaju.com – Belum lama ini sebuah gelaran musik kekinian digelar di area Orchid Forest yang terletak di lereng bukit tak jauh dari Tangkuban Perahu, Kawasan Cikole Bandung, Jawa Barat mengusung tajuk LaLaLa Fest 2019.

LaLaLa Fest 2019 bisa dibilang merupakan salah satu pengembangan yang kreatif karena dikemas secara kekinian dan berkelas internasional.

Bukan tanpa sebab, Pihak penyelenggara berhasil menyulap sebuah area Orchid Forest Cikole yang merupakan area Hutan Pinus menjadi tempat pariwisata destinasi digital yang riuh oleh konser musik yang bernuansa milenial.

BACA JUGA:

 

Penonton Terhibur dengan Atraksi Panggung

Udara malam Orchid Forest Cikole yang dingin justru menjadi daya tarik tersendiri mengingat banyak wisatawan yang datang justru mencari kesegaran hawa dingin yang hampir tak bisa didapatkan sehari-hari di kota besar.

Rata-rata pengunjung yang hadir adalah generasi millenial. Mereka tampak bernyanyi dan menari bersama menikmati alunan hingga hentakan musik para musisi pengisi acara di antaranya Honne, Crush, Jeremy Passion, Sheila on 7, Project Pop, Fourtwnty, Ardhito Pramono, dan sebagainya.

(Foto: Instagram lalala.fest)

Tak hanya itu Penonton juga dihibur dengan atraksi lampu sorot membuat cahaya warna-warni menarik perhatian ke arah batang-batang pinus sehingga suasana semakin romantis.

LaLaLa Fest 2019  sendiri sukses memikat ribuan pengunjung. Sebanyak 17 ribu tiket ludes terjual. Pengunjung yang hadir dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang telah disediakan seperti menikmati berbagai kuliner hingga tenda (camp) untuk menginap.

Banyak Keluhan Penonton

Meski menuai banyak pujian lantaran konsep yang unik, namun demikian  Lalala Fest 2019 juga banyak menuai keluhan penonton.

Lalala Fest 2019 meninggalkan catatan dimana jauhnya jarak yang harus dilalui pengunjung keluar untuk menuju parkiran kendaraan.

Perlu diketahui, jarak dari parkiran ke venue itu berkisar 2-7 kilometer.Panitia Lalala Fest 2019 sebenarnya sudah menyediakan shuttle bus.

Keluhan lain yang cukup banyak disuarakan di media sosial adalah betapa buruknya speaker dan sound system dalam gelaran festival tersebut. Hal ini cukup disayangkan mengingat tiket acara ini berharga ratusan ribu.

View this post on Instagram

BEFORE-AFTER #lalalafest #lalalafest2019

A post shared by Muhammad Rizki (@muhammadmrizki) on

Tak hanya itu, hutan yang harusnya jadi poin utama festival musik ini pun diwarnai banyak sampah karena susahnya tong sampah dan pengunjung yang berakhir membuang jas hujannya di sembarang tempat. Alhasil festival musik berkelas internasional tersebut menjadi terkesan kotor.

Semoga keluhan para penonton dapat menjadi masukan agar pada penyelenggaraan LaLaLa Fest berikutnya dapat Lebih baik lagi. (Sbg/Rig)

Comments