Sabigaju.com – Hari ini Selasa (1/5) masyarakat kelas pekerja di seluruh dunia merayakan peringatan. Hari Buruh atau yang populer di sebut dengan Mayday, peringatan berawal dari peringatan gerakan massal yang dilakukan oleh buruh-buruh di Amerika Serikat pada tahun 1886.

Seiring dengan perkembangan zaman dan pergesaran nilai-nilai sosial dan gaya, buruh yang dulu selalu diidentikkan dengan kelas bawah, kini malah menjadi inspirasi gaya fashion berbagai kalangan. Jeans, celana overall, jaket kanvas, sepatu boots hingga topi laken banyak menjadi pelengkap elemen gaya hari ini.

Gaya buruh ini tidak saja menjadi sebuah statement penampilan, namun ada yang menjadikannya sebagai karakter gaya pribadi. Adopsi gaya buruh ini sangat menguntungkan kaum pria karena sejak zaman dahulu kaum ini memang didominasi oleh pria. Namun tidak serta merta kaum hawa tidak bisa menikmati gaya buruh ini, di beberapa apparel justru aplikasi pada wanita terlihat lebih menarik.

Dibalik gegap gempitanya peringatan Hari Buruh, Sabigaju mencoba merangkai pengaruh besar dari kaum buruh terhadap perkembangan dunia fashion.

1. Sepatu Boots

Sepatu boots pada awalnya dibuat untuk para buruh pekerja di Eropa dan Amerika. Didesain begitu kuat, tebal, dengan kualitas kulit yang luar biasa, dimaksudkan untuk memfasilitasi para buruh agar dapat bekerja dengan nyaman dan terlindung.

Namun, seiring revolusi budaya yang bergulir bergulir, anak-anak muda di daratan Eropa dan Amerika itu mulai mengenakan sepatu boot sebagai rasa solidaritas mereka terhadap kaum buruh atau pekerja.

Salah satu merk sepatu boot yang terispirasi dari fashion kaum buruh ini adalah merek terkenal buatan Inggris Dr.Marten. Awalnya dibuat untuk kebutuhan para buruh. Kini Koleksi boots Dr. Marten menjadi ikon fashion tersendiri dan justru laku keras dengan harga yang mahal.

2. Denim

Sejarah denim atau lebih dikenal dengan jeans hampir serupa dengan sejarah boots, denim sebenarnya dibuat atau didesain untuk para pekerja fisik.

Dengan bahan yang tebal dan tidak mudah sobek, sangat cocok untuk aktivitas fisik.

Levi’s 501 adalah produk denim  legendaris dan populer di berbagai subkultur anak muda, termasuk mod, rocker, hippies dan skinhead.

3. Flanel

Kata flanel berasal dari bahasa Wales, yaitu gwlanen, yang artinya “bahan wol”. Awalnya flanel diproduksi secara tradisional dan rumahan. Dibuat dari benang wol yang di-garuk pada proses finishing-nya.

Menurut catatan sejarah para petani memakai pakaian hangat yang agak tebal untuk melindungi diri mereka dari cuaca dingin dan rerantingan pohon.

Musisi yang juga vokalis dari band Nirvana. Kurt Cobain dianggap mempopulerkan flanel bermotif kotak-kotak di era 90-an.

Pada masa keemasan grunge saat itu ditandai dengan perubahan pola berpakaian para pemuda subkultur.

Tidak ada lagi jaket kulit yang sempat berjaya oleh kalangan glam rock dan hair metal. Mereka beramai-ramai mengenakan kombinasi flanel, jeans, dan boots juga sneakers. (sbg/Rig)

Comments