Pernah mengamati anak Anda secara fisik pada tahun pertama setelah kelahirannya? Kira-kira lebih mirip dengan Anda atau Ayahnya?

Bila jawabannya adalah lebih mirip dengan sang Ayah secara fisik, Anda tak perlu bersedih hati atau kecewa. Ternyata anak yang mirip dengan Ayahnya memiliki tubuh yang lebih sehat. Peneliti melakukan penelitian dengan 700 responden untuk membuktikan hipotesis bahwa anak yang mirip dengan Ayahnya cenderung lebih sehat.

Menurut Marlon R. Tracey, Ph.D., rekan penulis studi dan asisten profesor di Southern Illinois University, menjelaskan memang tidak semua anak yang terlihat mirip ayahnya lebih sehat. Dengan demikian, hasilnya tidak menunjukkan 100% hipotesis tersebut benar. Namun, peneliti menarik kesimpulan bahwa peran Ayah memang signifikan dalam mempengaruhi kondisi kesehatan anak.

Kemiripan fisik sang anak dengan ayahnya berpengaruh terhadap rasa ownership pada diri Ayah

Sementara itu, Wyatt Fisher, Psy.D., seorang konselor pasangan asal Colorado mengungkapkan bahwa semakin mirip fisik seorang bayi dengan Ayahnya, maka akan membuat Ayah merasa bayi itu adalah dirinya. Dan hal itu berpengaruh menguatkan hubungan Ayah dengan anaknya. Pengaruh Ayah pada anaknya tak sebatas secara fisik saja. Kehadiran Ayah di dekat anaknya juga membawa pengaruh baik karena perhatian dan keterlibatan Ayah dalam tumbuh kembang anak bisa membuat sang anak lebih sehat.

Photo by Caroline Hernandez on Unsplash

Jadi, bukan semata-mata karena mirip ayah kemudian anak akan lebih sehat. Namun, kehadiran Ayahlah yang berpengaruh terhadap kesehatan anak.

Kalau disimpulkan, poin penting yang mempengaruhi kesehatan anak dalam penelitian tentang anak yang mirip dengan Ayahnya ini adalah faktor kehadiran sang Ayah. Ayah yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak mereka akan memberikan efek positif terhadap kesehatan anaknya. Dengan begitu, bukan faktor genetik yang mempengaruhi kesehatan anak yang mirip dengan Ayahnya.

Terlepas dari kehadiran dan keterlibatan Ayah yang lebih banyak dalam mengurus anaknya, akan lebih baik lagi bila kehadiran Ibu juga sama besarnya. “Ketika kedua orang tua terlibat, anak-anak memiliki dukungan lebih besar – baik secara fisik maupun emosional,” kata Dr. Kennedy-Moore.

Penelitian ini membuka mata kita, kalau ternyata kehadiran Ibu saja tidak cukup maksimal dalam mempengaruhi kesehatan anak. Pasalnya, kehadiran Ayah memiliki peran begitu besar pada tahun pertama kehidupan anaknya. Jadi, luangkan waktu lebih banyak yuk untuk anak kita! (sbg/Erny)

 

Comments