Diet 10:24
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Banyak pria yang melakukan diet puasa 10:14 atau yang populer dengan istilah intermittent fasting sebagai langkah efektif untuk menurunkan kelebihan berat badan ataupun mengusir lemak di tubuh mereka.

Diet 10:14 sendiri mengharuskan pelakunya memiliki waktu makan 10 jam dan 14 jam berpuasa. Contohnya, jika makan pertamamu adalah pukul 07.00, maka makan terakhirmu adalah pukul 17.00.

Lantas, apakah diet 10:14 ini benar-benar efektif untuk menurunkan berat badan? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasannya berikut inI

BACA JUGA: Cara Alami Mengantisipasi Godaan Postingan Obat Diet 

Penelitian Ilmiah Diet 10:14

Dalam sebuah studi ilmiah yang dipublikasikan Cell Metabolism menemukan fakta kalau ternyata diet 10:14 diklaim sebagai salah satu diet paling efektif untuk menurunkan berat badan.

Studi tersebut merekrut 19 orang dewasa dengan berat badan berlebih yang memiliki gula darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. Pendekatan pola makan baru diberikan kepada mereka untuk dijalankan selama tiga bulan.

“Biasanya, orang-orang akan menjalankannya mulai pukul 08.00 hingga 18.00,” kata Dr. Pam Taub, penulis studi dan kardiolog dari University of California, San Diego School of Medicine.

BACA JUGA: Diet yang Perlu Kamu Lakukan untuk Mendapatkan Perut Sixpack

Para sukarelawan dijaga agar tetap terhidrasi dengan baik sepanjang periode puasa. Para peneliti tidak hanya mencatat waktu makan mereka, tetapi juga kebiasaan tidurnya.

Hasilnya sangatlah positif. Taub menambahkan, mereka melihat adanya pengurangan berat badan sebesar 3 persen dan penurunan lemak visceral (lemak pada perut) sebesar 4 persen.

“Kami tidak meminta mereka mengubah apa yang mereka makan,” katanya. Meski tidak ada perubahan jenis makanan, mempersempit jendela makan pada kelompok tersebut ternyata mampu menurunkan konsumsi hingga 10 persen kalori.

BACA JUGA: Diet Nordic, Bikin Badan dan Lingkungan Jadi Sehat 

Manfaat Lain Diet 10:14

Hasil positif juga tidak hanya terlihat pada timbangan berat badan. Menurut Taub, level kolesterol dan tekanan darah mereka juga membaik.

Penulis lainnya dari studi tersebut yang juga profesor di Salk Institute for Biological Studies, Satchidananda Panda mengaku terkejut bahwa perubahan kecil pada jendela waktu makan ternyata memberi manfaat yang sangat besar.

“Ketika memasuki fase puasa, tubuh akan mulai menguras cadangan glukosa dalam tubuh dan mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi kita. Ini membuat kita, katakanlah, memasuki ketosis tingkat rendah,” paparnya.

Nah, kamu yang punya kelebihan berat badan  sudah saatnya menjajal  diet 10:14. (Sbg/Rig)

Comments