Sabigaju.com – Momen gajian sudah depan mata. Bagi para pekerja tentunya inilah momen yang paling di tunggu-tunggu.

Biasanya ada dua cara yang diterima karyawan saat gajian melalui sistem cash atau transfer.

Timbul pertanyaan dapatkah Virus COVID-19 hidup pada duit  kertas tunai ataupun atau kartu kredit di dompetmu?

BACA JUGA: Pandemi COVID-19, Waktunya Buat Jalan-jalan Virtual 

Soal Virus COVID-19 pada Uang Cash

Penyebaran virus corona COVID-19 ternyata membuat sejumlah negara membuat perlakuan khusus pada duit kertas. Pasalnya, benda ini dianggap bisa menjadi wadah penyebaran virus corona.

Sebenarnya, bisakah benda ini menjadi media penularan Virus COVID-19?

Sejumlah kalangan mengatakan kalau kecil kemungkinan virus corona bisa menyebar lewat uang kertas yang berpindah tangan saat transaksi.

Uang
(Foto: Pixabay.com)

Ini karena sebagian besar kasus penularan virus corona yang terungkap disebabkan melalui kontak langsung, bukan dari benda yang disentuh.

Meski di sisi lain, ada beberapa laporan yang menyebut penggunaan uang kertas memiliki risiko jadi media penyebaran wabah.

“Kami tidak tahu berapa lama virus ini bertahan lama pada uang kertas. Virus tidak akan lama bertahan di permukaan, terutama di permukaan yang kering seperti uang kertas,” kata Stephanie Brickman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara itu, Amesh Adalja dari Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins University Amerika Serikat (AS) menjelaskan uang kertas memang jadi sumber penularan penyakit. Meski begitu, untuk kasus penyebaran virus corona, uang kertas bukan sumber utama, sehingga orang tak perlu terlalu khawatir terinfeksi setelah memegang uang.

“Ini (corona) adalah virus pernapasan. Sehingga penyebaran utama melalui batuk dan bersin atau percikan air liur dari tubuh. Jangkauan (cipratan) bersin bisa menjangkau dua meter,” jelas Adalja.

Kekhawatiran orang menggunakan uang kertas juga bisa dikurangi risikonya dengan rajin menggunakan pembersih tangan (hand sanitizer).

BACA JUGA: Aplikasi Anti Covid-19 Buat Bantu Kamu Bekerja dari Rumah 

Sebagai Informasi, Bank Indonesia (BI) telah menetapkan langkah-langkah untuk memastikan bahwa uang rupiah yang didistribusikan kepada masyarakat telah melalui proses pengolahan khusus.

BI mengkarantina setoran uang tunai dari perbankan selama 14 hari. Dilanjutkan dengan proses penyemprotan disinfektan sebelum dilakukan pengolahan dan didistribusikan kembali kepada masyarakat.

BI juga menambah higienitas dari sumber daya manusia dan perangkat yang digunakan dalam pengolahan uang rupiah.

Hal ini dilakukan guna meminimalisir penyebaran virus Corona atau COVID-19.

BACA JUGA: Layananan Antar Makanan Apa Aman dari Virus Corona?

Virus Covid pada Kartu ATM

Lantas, apakah virus COVID bisa hinggap di kartu ATM ataupun mesin ATM?

Menurut Dr. Susan Whittier, ahli mikrobiologi klinis di New York-Presbyterian Hospital di Columbia University Medical Center, ATM, kartu kredit, dan tablet pembayaran di restoran penuh dengan segala macam kuman penyebab penyakit.

“Uang tunai bukan kendaraan yang baik untuk mengangkut virus pernapasan, namun kartu memiliki potensi yang sedikit lebih besar. Jika seseorang batuk, dan kemudian mereka menyerahkan kartu kredit mereka kepada seseorang di seberang meja, saya tidak akan mengesampingkan potensi penularan,” paparnya.

(Foto: Freepik.com)

 

“Virus, secara umum, cenderung bertahan lebih lama pada permukaan yang keras seperti kartu kredit dan koin daripada pada permukaan yang keropos seperti kain dan uang dolar, tambah Whittier.

Nah, cara aman yang dapat kamu lakukan adalah mencuci tangan dengan sabun sebelum melakukan transaksi.

Kamu juga bisa menggunakan hand sanitizer agar lebih praktis. Cara ini perlu dilakukan sebelum dan sesudah bertransaksi di ATM maupun saat menggunakan kartu debit. (Sbg/Rig)

Comments