Wadah Plastik
(Salah satu hal yang perlu kita cermati saat hendak berbuka puasa adalah mempertimbangkan wadah plastik makanan yang bisa punya dampak terhadap kesehatan.Foto: Instagram)

Sabigaju.com – Wadah plastik memang multi-fungsi. Tak heran jika banyak orang memilihnya ketimbang wadah pecah belah saat mengemas makanan.

Namun kini para ilmuwan alam satu dekade terakhir, seakan baru memahami potensi bahaya di balik bahan plastik sebagai wadah makanan atau minuman.

Salah satu pemandangan yang sering kita jumpai saat jelang berbuka puasa adalah ramainya pedagang takjil alias makanan ringan untuk berbuka  yang masih menggunakan wadah plastik ataupun styrofoam untuk tempat makanan

Sebenarnya aman gag sih menyantap makanan dari dari para pedagang takjil yang menggunakan plastik sebagai wadahnya?

BACA JUGA: Kenali Kemasan Makanan yang Berbahaya bagi Kesehatan

Menambah Berat Badan

Plastik mengandung Bisphenol A (BPA), senyawa yang bertindak seperti estrogen dalam tubuh manusia dan berikatan dengan reseptor estrogen dalam tubuh.

Senyawa ini mengganggu kerja tubuh dan dapat meningkatkan berat badan, serta resistensi insulin.

Beberapa penelitian telah mengaitkan paparan BPA dengan obesitas dan penambahan berat badan. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Lipid Research telah menunjukkan bahwa paparan BPA meningkatkan jumlah sel-sel lemak dalam tubuh

BACA JUGA: Awas! Makan Gorengan Setiap Hari Bisa Picu Resiko Kematian Dini

Makanan Bisa Tercemar Zat Berbahaya

Plastik memiliki kecenderungan untuk melepaskan senyawa kimia berbahaya setelah dipanaskan.

Laman Popular Science melansir, bukan hanya BPA dan Phthalate adalah  bahan kimia lain juga dapat ditemukan dalam berbagai wadah plastik untuk makanan.

Ketika senyawa berbahaya dalam plastik bersentuhan dengan hormon estrogen di dalam tubuh, dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, gangguan saraf, kanker, disfungsi tiroid, dan banyak lagi.

Bungkus makanan dari polyvinyl chloride (PVC, atau plastik #3) dapat memicu dioxin yang menyebabkan kanker.

Styrofoam terbuat dari polystyrene atau plastik #6. Bahan yang digunakan untuk membuatnya berbahaya, riset menemukan kaitannya dengan iritasi kulit, mata dan pernapasan, depresi, kelelahan, fungsi ginjal yang terganggu, dan kerusakan sistem saraf pusat.

BACA JUGA: Ada Bahaya Mengintip di Balik Botol Minuman Milikmu 

Berbahaya Buat kesuburan

Phthalate adalah bahan kimia berbahaya lain yang digunakan untuk membuat plastik menjadi lunak dan fleksibel.

Bahan kimia tersebut sering ditemukan dalam wadah makanan, produk kecantikan, mainan, dan cat.

Zat kimia beracun ini memiliki efek negatif pada kekebalan dan pengaturan hormon, yang keduanya secara langsung memengaruhi kesuburan.

Maka ada baiknya kamu berbuka puasa dengan mengganti wadah plastik tersebut dengan piring atau mangkuk berbahan kaca. (Sbg/Rig)

Comments