Sisir Tanah
Sisir Tanah adalah salah satu musisi folk indie yang kerap diperbincangkan lantaran keunikan liriknya (Foto: muflimuthaher)

Sabigaju.com – Bagi para penggemar musik indie sosok Bagus Dwi Danto yang si atas panggung, dikenal sebagai Sisir Tanah

Dia dikenal sebagai sosok Lelaki bersahaja yang dengan gitar akustiknya kerap memainkan balada-balada perlawanan, sajak abstrak, dan alunan lagu cinta yang begitu manis.

Insting berkeseniannya mungkin sudah tumbuh sejak masih kecil. Sedari balita, Danto mengaku suka sekali dengan tembang anak-anak macam “Pok Ame-Ame” atau “Bintang Kecil”.

BACA JUGA:

 

Kenapa Sisir Tanah?

Jauh sebelum ia dikenal sebagai Sisir Tanah, Bagus Dwi Danto hanya mahasiswa yang resah. Semasa kuliah, ia bereksperimen dengan performance art dan kolase, sebelum perlahan-lahan bertransisi menjadi penyair.

Sisir Tanah
(Foto: Instagram malvelunch)

Ketika ia bertemu Pandu Hidayat, seorang mahasiswa etnomusikologi, proyek Sisir Tanah terbentuk. Danto akan membawakan puisi-puisinya selagi Pandu menanggapinya dengan instrumentasi elektronik yang banyak dipengaruhi noise music dan musik etnik.

Nama Sisir Tanah diambil dari nama perkakas pertanian yang biasa dipakai untuk mengolah tanah, yakni garu. Bagi petani, garu berfungsi menghancurkan bongkahan tanah dan menggemburkannya sebelum ditanami. Sisir Tanah adalah padanan bahasa Indonesia untuk garu.

Dari Duo Jadi Solo

Setelah 2011, duet ini pecah kongsi dan Danto terpaksa berjalan sendirian. Danto menyiasati kekosongan sound dengan beralih dari gitar elektrik jadi gitar akustik. Dari siasat itu, dia malah berhasil menemukan pola baru dalam bermusik.

Perpaduan dengan nuansa singer-songwriter dan indie folk dalam tiap lagunya bertambah kentara. Lagunya terdengar lebih minimalis, liriknya lebih blak-blakan, namun atmosfernya lebih melankolis.

Sisir Tanah
(Foto: Instagram rianggisaeful)

Meski sendirian, Danto eksis tampil dari panggung ke panggung. Perlahan nan pasti, Danto menjadi cult figure di scene musik independen Yogyakarta.

Walau hingga kini banyak yang tahu namanya, tetapi Danto seakan hidup hanya melalui dokumentasi pentas dan lagu yang sesekali tersebar di internet.

Kekuatan Lirik

Kekuatan Danto memang terletak pada liriknya. Secara simultan, ia terdengar puitis sekaligus lugas, tersirat sekaligus gamblang. Lirik-liriknya manis namun membuat tegar.

Danto dapat terdengar romantis dan idealis, nyaris sampai taraf yang mengejutkan.

Namun, ada kalanya sisi lain Danto nampak. Sisi yang lebih manusiawi, lebih realistis, yang lelah digempur kehidupan.

Pastinya Sisir Tanah menawarkan musik bagus yang menjadi obat bagi pendengarnya. (Sbg/Rig)

Comments