Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto Instagram khamenei_ir)

Sabigaju.com – Setelah beberapa waktu lalu mengeluarkan tudingan keras terhadap Inggris dan Amerika Serikat berada dibalik kerusuhan yang terjadi di Iran belum lama ini, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh pemimpin Arab Saudi mengkhianati umat Muslim dengan beraliansi dengan Amerika Serikat dan Israel.

Hal itu diutrakannya saat menyampaikan pidato di hadapan para wakil Parlemen dari negara-negara Islam yang berkumpul di Teheran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan keputusan Amerika Serikat untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel adalah sebuah ‘kesalahan besar’ dan ‘ditakdirkan gagal’.

Dilansir Reuters, Ali Khamenei mengatakan, “Pemerintah regional yang bekerja sama dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis untuk berperang melawan muslim jelas melakukan pengkhianatan. Itu yang dilakukan Arab Saudi,” kata Khamenei.

Pengaruh Hubungan Iran-Arab Saudi

Iran dan Arab Saudi telah lama saling berebut pengaruh di Timur Tengah. Mereka saling mendukung pihak-pihak yang berlawanan di Yaman, Suriah, Irak dan Lebanon.

Dalam berbgai kesempatan, Arab Saudi berulang kali menyatakan agar Iran tidak campur tangan dalam urusan luar negeri. Namun, seruan itu malah dibalas Iran dengan menuduh Arab Saudi berusaha menyeret seluruh kawasan ke dalam konfrontasi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah kunjungan ke Yerusalem tahun lalu mengatakan bahwa kekhawatiran bersama terhadap Iran membuat banyak negara Arab mendekat ke Israel.

Seorang menteri kabinet Israel pada November lalu menyatakan Israel memiliki kontak rahasia dengan Arab Saudi di tengah kekhawatiran dengan Iran.

Iran Bebaskan Ratusan Demonstran

Pemerintah Iran telah melepaskan lebih dari 400 orang yang ditahan dalam demonstrasi anti-pemerintah yang pecah di seluruh negeri pada akhir Desember lalu. Demonstrasi yang berlangsung selama enam hari itu menyebabkan 21 orang tewas dan ratusan lainnya ditahan.

Jaksa Pengadilan Publik dan Revolusi Iran, Abbas Jafari Dolatabi mengumumkan bahwa pemerintah telah membebaskan 440 tahanan dari demonstrasi tersebut. Dia mendesak hakim untuk terus melanjutkan kasus demonstran lainnya dan mempersiapkan dasar-dasar hukum untuk melepaskan mereka.

Sebelumnya seorang anggota parlemen Iran, Mahmoud Sadeghi mengklaim sekira 3.700 orang telah ditangkap dalam demonstrasi pada akhir tahun lalu. Jumlah itu jauh lebih tinggi dari angka 450 orang yang sebelumnya disebutkan oleh Pemerintah Iran. (Sbg/Rig)

Comments