pasangan posesif
Sumber: Pinterest

Sabigaju.com – Posesif. Mendengar kata itu pasti yang ada di pikiran kita adalah pacar yang suka mendikte apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan, yang suka melarang kita punya aktivitas bersama orang lain selain dia, dan yang tidak segan menyakiti baik secara verbal maupun nonverbal saat sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya.

Pada dasarnya, sifat posesif itu merupakan akibat dari kurangnya kepercayaan diri yang membuat seseorang merasa tidak layak berada dalam hubungan dan tidak layak dicintai. Namun, ada juga beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan si dia menjadi pasangan posesif. Apa saja faktor itu? Simak penjelasannya di bawah ini!

Alasan Seseorang Menjadi Pasangan Posesif

1. Dia lagi selingkuh

Orang yang sedang berselingkuh akan cenderung bersikap posesif terhadap pasangannya sendiri, karena dalam hati kecilnya ia takut pacarnya pun berselingkuh darinya. Selain itu keposesifan yang muncul saat seseorang sedang berselingkuh juga dimanfaatkan untuk menutupi kesalahan yang sedang diperbuat. Dengan bersifat posesif, dia seperti ingin menunjukkan kalau dia amat menyayangi pacarnya, padahal di balik itu dia malah sedang mendua.

2. Rasa sayang berlebih

Yang berlebih memang tak pernah baik, begitu juga dengan rasa sayang. Rasa sayang berlebih terhadap pacar akan berujung pada keinginan untuk mengontrol, sebab di saat yang sama ia merasa berkuasa atas diri pasangannya.

So, benar kalau ada yang bilang itu tanda sayang. Hanya perlu ditekankan lagi, rasa sayang yang mendorong keposesifan itu adalah rasa sayang berlebih yang tak sehat bagi hubungan.

3. Ada trauma di masa lalu

Bisa jadi di hubungan sebelumnya ia pernah diselingkuhi, atau pernah menyaksikan rusaknya sebuah hubungan akibat perselingkuhan, sehingga ia berusaha menghindari hal tersebut. Mungkin masih lekat di ingatan kamu ajaran ‘mencegah lebih baik daripada mengobati’.

Nah, sadar atau tidak beberapa orang juga menerapkan ajaran tersebut ketika menjalin hubungan. Ia tak ingin pacarnya berbuat sesuatu yang akan menyakiti hatinnya, karena itu ia berusaha mengontrol gerak-gerik pacarnya. Padahal, cinta dan hubungan tidak hidup dengan cara yang demikian.

Sayangnya, kamu tidak bisa menghapus sifat posesif di dia begitu saja. Biar bagaimanapun, sebanyak apapun alasan yang disebutnya melatarbelakangi, dorongan terbesar atas munculnya sifat posesif tersebut adalah rasa percaya yang rendah terhadap diri sendiri dan orang lain.

Kalau pacarmu posesif, dia yang harus sadar dan mengubah kebiasaan buruknya itu. Tanpa kemauan dari dirinya, sekeras apapun kamu berusaha jadi pacar yang baik dia akan selalu menemukan sesuatu yang salah pada dirimu. (Sbg/Ftr)

Comments