Sabigaju.com – Investasi mungkin adalah hal yang asing bagi mayoritas anak muda. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya anggapan bahwa investasi baru akan dibutuhkan ketika sudah mapan dan berkeluarga. Padahal, berinvestasi merupakan hal mutlak dan sepatutnya dimulai sedini mungkin.

Pengusaha besar dan investor Amerika Warren Buffet bahkan sudah berinvestasi sejak berusia 11 tahun. Pada waktu tersebut, Warren Buffet mulai membeli saham untuk pertama kalinya. Kegiatan yang dilakukannya sejak belia ini kemudian membuat Warren Buffet masuk dalam daftar orang paling kaya di Amerika. Kesuksesan beliau tentu dapat dijadikan motivasi agar kamu mulai berinvestasi sejak muda.

Baca juga: Jenis-Jenis Investasi yang Bisa Dipertimbangkan oleh First Jobber

Usia Muda adalah Waktu untuk Mengambil Risiko dan Agresif Berinvestasi

Nilai investasi akan semakin meningkat seiring dengan berjalannnya waktu. Sehingga, semakin cepat kamu memulai maka akan semakin banyak pula keuntungan yang akan kamu dapatkan. Usia muda merupakan waktu yang paling tepat untuk memulai alokasi anggaran dalam skema investasi. Hal ini berarti saat kamu masih belum berkeluarga serta belum ada tanggungan dalam bentuk berbagai cicilan. Dengan demikian, kamu masih memiliki nominal yang cukup besar dan dapat disisihkan dari penghasilan. Jika kamu memulai pada usia 20 tahun, maka kamu akan dapat lebih produktif untuk melakukan kegiatan investasi dan mendapatkan keuntungan di masa depan.

Ilustrasi bisnis. (Shutterstock)
Berani Mengambil Risiko sesuai Prinsip ‘High Risk High Return’

Saham memang terkenal dengan prinsip high risk high return. Pada waktu usia muda dan masih menyukai tantangan, tentu prinsip ini sekiranya sesuai dengan jiwa mudamu. Risiko yang tinggi akan dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi pula. Berinvestasi lewat instrument saham secara tidak langsung akan menjadikanmu “pemilik” dari badan usaha yang kamu beli sahamnya.

Kamu kemudian berhak mendapatkan dua jenis keuntungan berupa capital gain dan dividen. Bukan hanya itu saja, kamu juga berhak untuk hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Capital gain adalah keuntungan yang didapatkan pemegang saham saat melepaskan sahamnya ke pasar. Misalnya, ketika kamu membeli saham perusahaan A dengan harga 3.000/lembar saham. Beberapa tahun ke depan, kamu mendapati bahwa saham perusahaan A telah naik menjadi 5.000/lembar saham. Kamu akan mendapatkan keuntungan sebesar 2.000/lembar saham dikalikan jumlah saham yang kamu miliki.

Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan pada pemegang saham setelah mencapai waktu tertentu. Dividen dapat berupa tunai yang diberikan dalam bentuk uang pada pemegang saham atau dapat pula berupa peningkatan kepemilikan saham di perusahaan tersebut.

Kamu dapat Mendisiplinkan Diri

Berinvestasi di masa muda akan membuatmu lebih disiplin dalam menjalankan aktivitas lain. Dengan berinvestasi, kamu tidak akan melakukan hal yang tidak penting untuk dilakukan serta hal-hal yang merugikan hidupmu di masa depan. Selain itu, sejumlah perusahaan sekuritas juga memiliki program autodebet untuk rekening efek saham yang akan melatih kedisiplinanmu dalam menabung saham setiap bulannya sesuai dengan alokasi anggaranmu.

Berinvestasi pada usia muda juga dapat memberikanmu banyak pengalaman untuk belajar berinvestasi dengan baik karena setiap produk investasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam memberikan keuntungan dan risiko.

 Lebih Cepat Menuju Kebebasan Finansial

Kebebasan finansial merupakan sebuah keadaan ketika segala kebutuhan seseorang dapat terpenuhi tanpa adanya beban yang memberatkan. Investasi merupakan salah satu cara untuk kamu menuju kebebasan finansial di masa depan. Dengan berinvestasi sejak muda, maka peluangmu untuk menuju kebebasan finansial dapat menjadi lebih cepat.

Itulah dia beberapa alasan pentingnya berinvestasi sejak muda. Bagaimana, Sobat Sabi, sudah siap untuk mulai berinvestasi sejak dini? (Sbg/Van)

Comments