orgasme

Sabigaju.com – Orgasme memang salah satu tanda kepuasan bercinta, tapi itu bukan satu-satunya tujuan bercinta. Kadang, terutama jika Anda berpikir bahwa mencapai orgasme adalah tujuan akhir dari hubungan seksual yang dilakukan, hal ini malah sulit dicapai. Pada akhirnya, tak sedikit orang yang memilih untuk memalsukannya.

Menurut sebuah penelitian yang dicantumkan dalam laman wikipedia, wanita lebih sering memalsukan orgasme dibanding pria. Datanya menyebutkan sebanyak 26% wanita memalsukan orgasme setiap kali mereka berhubungan seksual. Sebuah penelitian lain yang dilakukan via telepon acak kepada 1,501 orang di Amerika menunjukkan kalau 48% wanita memalsukan orgasme sementara pria hanya 11%-nya.

Faktor-faktor penyebab wanita memalsukan orgasme

Perlu diketahui bahwa orgasme tidak selalu bisa dicapai dengan mudah saat berhubungan seksual. Penyebabnya beragam faktor, termasuk stres, rasa cemas berlebih, depresi, dan kelelahan.

1. Ingin menyenangkan pasangan

Seorang pria akan dengan yakin mengatakan bahwa ia akan membuat pasangannya orgasme ketika berhubungan seksual. Selain membuatnya semakin bergairah, itu juga akan membawanya menuju klimaks. Para wanita tahu, dengan memalsukan orgasme dia akan membuat pasangannya tersenyum dan egonya terpuaskan.

2. Tidak sedang dalam mood yang baik untuk bercinta dan ingin segera menyelesaikannya

Kadang wanita merasa benar-benar tidak ingin bercinta namun tak sampai hati mengatakannya, jadi cara paling mudah untuk membuat sesi bercinta segera berakhir memang dengan memalsukan orgasmenya.

3. Mencoba mengindari pertengkaran

Kalau menolak atau bilang bahwa seks itu kurang memuaskan dengan terus terang, mungkin si dia akan tidur dengan rasa kesal. So, untuk menghindari hal tersebut terjadi, para wanita memilih untuk menelan sendiri kekecewaan mereka akan seks tersebut dengan berpura-pura menikmatinya.

5. Teknik si dia kurang memuaskan

Bukan cuma hubungan secara keseluruhan, komunikasi juga adalah kunci sukses dalam hubungan seksual. Wanita yang memalsukan orgasmenya, mungkin karena pasangannya tidak mendengar apa yang dia butuh untuk mencapai kenikmatan. Padahal dengan mendengarkan “petunjuk” itu, orgasme akan lebih mudah dicapai tanpa perlu dipalsukan.

6. Sudah terlalu lelah

Kelelahan adalah alasan sederhana namun bisa memberi pengaruh besar terhadap kenikmatan bercinta para pasangan. Tak peduli seberapapun asiknya teknik yang diterapkan, ketika salah satunya merasa lelah, maka kenikmatan orgasme itu akan sulit dicapai.

7. Butuh waktu lama

Kebanyakan wanita menyadari bahwa mereka tidak bisa mencapai klimaks dalam hitungan menit, dan mereka pikir itu akan membuat pasangan mereka melasa lelah. Untuk itulah mereka bersandiwara agar pasangannya merasa telah “bekerja” dengan baik.

¬†8. It’s not going to happen like that

Tidak semua wanita juga bisa mencapai orgasmenya melalui hubungan intim, beberapa hanya bisa mencapainya dengan rangsangan pada klitoris. Well, dalam kebanyakan kasus, seks oral adalah kunci.

Sejatinya seks dalam sebuah relationship itu harus bisa dinikmati oleh kedua belah pihak, karena dampaknya bisa lebih luas dari sekadar kenikmatan sesaat. Biasakan untuk berkomunikasi. Komunikasi adalah apa yang akan menjembatani keduanya untuk mencapai segala tujuan; termasuk puncak kenikmatan saat bercinta. (Sbg/Er)

Comments