Sabigaju.com – Aktivitas traveling pastinya menyenangkan dan memberikan kita berbagi pengalaman baru. traveling memaksa kita untuk meninggalkan kenyamanan di rumah dan berani menghadapi segala sesuatu yang belum diketahui.

Namu demikian, Banyak orang yang merasa cemas ataupun punya rasa takut terhadap hal-hal yang akan ditemui selama aktivitas  traveling,mulai dari risau soal pesawat terbqng ancaman serangan binatang buas bahkan kerumunan orang.

Untuk itu baiknya kamu mengenali rasa phobia yang akerap kamu rasakan sera mempersiapkan diri untuk mengatasi ras takut berlebih tersebut dari jauh-jauh hari sebelumnymelakukan aktifitas traveling. Berikut sederet fobia yang paling umum terjadi saat melakukan aktivitas traveling dan saran untuk mengatasinya.

BACA JUGA:Patuhi Protokol Kesehatan Penerbangan, Jangan Bikin Onar!

Aerophobia

Aktivitas traveling bisa terganggu bila  kamu memiliki Kecemasan saat terbang alias aerofobia. Jika seseorang sudah memiliki gejala seperti serangan panik hingga tanda-tanda stres saat menunggu jadwal keberangkatan,

Ilustrasi Aerophobia saat melakukan aktivitas traveling
(Foto: imdb.com))

Cara mengatasinya bervariasi dari yang cepat hingga intensif. Orang yang mengalami aerofobia akut dapat mengikuti terapi personal.

Atau bisa lewat aplikasi sederhana seperti Flying Without Fear dari Virgin Atlantic. Cara  lainnya coba deh ungkapkan ketakutanmu pada awak kabin.

Thalassophobia

Fobia  ini adalah kecemasan berlebihan terhadap laut yang membuat seseorang jadi malas  berkunjung ke tempat-tempat di benua yang jauh dengan melintasi lautan, berlayar dengan kapal pesiar, atau sekedar bersantai di pantai.

Ilustrasi Thalassophobia saat melakukan aktivitas traveling
(Foto: Imdb.com)

Kecemasan itu bisa timbul dari berbagai hal, misalnya takut tergulung oleh ombak, teggelam ataupun  bersentuhan dengan hewan-hewan laut.

Kalian bisa mengatasi kecemasan itu dengan menghabiskan lebih banyak waktu berada di sekitar laut, dan memaksa diri untuk bersentuhan dengan air laut.

Anda juga bisa mengajak teman untuk berenang di pantai atau bergabung dengan kelompok renang atau selancar dan mengikuti kegiatannya.

Kalau kamu termasuk kategori fobia ini dengan tingkatan akut, sebaiknya segera menjalani terapi dengan tenaga medis profesional untuk menangani kecemasanmu.

BACA JUGA: Santuy di Hutan Kini Jadi Gaya Libur Kekinian 

Zoophobia

Bagi kalian yang menderita zoophobia atau fobia hewan, momen bertemu hewan menjadi saat-saat terberat saat melakukan aktivitas traveling  ke kebun binatang, atau menyaksikan kehidupan liar di taman nasional

Sebab di sana, hewan-hewan lokal yang besar maupun kecil bisa muncul sewaktu-waktu tanpa peringatan.

Zoophobia  bisa bikin aktivitas traveling berantakan
(Foto: Reddit.com)

Salah satu cara mengatasinyya coba deh kenali fakta kalau serangan hewan di seluruh dunia sangat jarang terjadi.

Kalau ngak mempan . Terapi,merupakan pilihan terbaik bagi orang yang ingin sembuh dari zoophobia.

Mysophobia

Ini juga termasuk fobia yang kerap mengintai orang saat melakukan aktivitas traveling  Sebab  ada orang yang merasa ketakutan kalau toilet umum, penyangga nampan di belakang kursi pesawat dan seprai hotel mengandung kuman.

Dan mereka yng mengidap fobia ini  mungkin akan melakukan tindakan berlebihan untuk mengatasinya.

Cuci Tangan tetap dilakukan sambil berhemat air
(Foto: Freepik.com)

Ada cara sederhana untuk mengatasinya. Biar kamu aman dari kuman: sering-seringlah mencuci tangan. Bawa hand sanitizer kalau perlu.

Kalau bermalam di hotel.  minta ganti seprai tempat tidur hotel dengan yang baru kepada pelayan hotel dan pastikan tempat tidur terbebas dari serangga sebelum Anda merebahkan diri di atasnya.

BACA JUGA: Sumpek dan Tegang, Hindari Wisata Kota di Wilayah Ini

Enochlophobia

Fobia  lain yag bisa membuat aktivitas traveling adalah enochlophobia Fobia ini dirasakan  oleh beberapa orang yang merasa takut berlebihan hingga dihantui kecemasan saat melihat kerumunan orang ataupun antrian yang panjang di  destinasi wisata populer,

(Sumber: quotesgram.com)

Bagi penderita fobia ini, hal yang bisa dilakukan ialah dengan mengunjungi atraksi atau destinasi wisata populer di waktu orang belum banyak berdatangan, misalnya sesaat setelah buka atau sebelum tutup, pada hari biasa, atau ketika low season.

Kamu juga bisa bernafas dalam-dalam, tenangkan pikiran, bicaralah hal-hal positif pada dirimu, menerima situasi, dan bersabar yah gaes. (Sbg/Rig)

Comments