Aktivitas olahraga saat era new normal
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Memasuki era new normal, banyak orang yang kian giat melakukan aktivitas olahraga guna menambah imunitas agar tubuh semakin sehat.

Di jakarta sendiri setelah diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi berbagai fasilitas olahraga ramai dipenuhi warga untuk melakukan aktivitas olahraga tentunya dengan diikuti dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan virus Corona (COVID-19).

Meski begitu, ternyata masih banyak warga yang merasa khawatir melakukan aktivitas olahraga dengan ramainya pengunjung di area publik

BACA JUGA: Bukan Uang, Olahraga Bisa Bikin Bahagia Banyak Orang

Pola Baru Melakukan Olahraga  di Era New Normal

Jika sebelum pandemi kita biasanya kerap melakukan aktivitas olahraga di luar ruang bersama teman ataupun kerabat. maka di era new normal hal itu sebaiknya dipikir kembali terlebih pandemi  virus  coronabelum mereda.

Menurut Associate Profesor Dr Bavornrit Chuckpaiwong, Dekan di College of Sports Science and Technology di Mahidol University, Thailand, meskipun kita bisa berolahraga di taman demi mendapatkan udara segar, tapi tidak berarti kita dapat kembali berolahraga dengan “gaya” yang sama seperti kondisi normal.

“Jarak sosial tetap sangat penting,” kata dia. “Sekalipun ada kebijakan baru dan protokol yang lebih longgar, tidak berarti olahraga dapat dilanjutkan dengan cara yang sama,” kata Bavornrit.

Soal Penggunaan Masker

Saat membicarakan olahraga, keringat bukan titik yang menjadi persoalan, namun permukaan dan benda serta udara yang dihirup seseorang yang perlu diperhatikan.

Hal itu disebutkan oleh Dr Jeerasak Thanaboon, dokter spesialis ortopedi dan olahraga di CGH Hospital. “Jika kita berolahraga sendirian, tentu saja tidak ada risiko meskipun kita tidak mengenakan masker.”

Jika kita berolahraga sendirian, tentu saja tidak ada risiko meskipun kita tidak mengenakan masker.

“Tetapi di lingkungan di mana ada lebih dari satu orang berolahraga, itu berarti keduanya berisiko,” kata Jeerasak.

Hal  ini penting agar kamu ataupun teman tidak menjadi pembawa virus saat  berolahraga bersama.

Sebaiknya hindari olahraga yang terlalu berdekatan dengan orang lain. Karena kamu tidak tahu bagaimana kondisi tubuh orang lain ketika sedang melakukan aktivitas bersama.

BACA JUGA: Kebiasaan Jalan Kaki Berguna untuk Mencegah Corona

Jaga Jarak Saat Berolahraga

Lantas berapa jarak aman saat berolahraga di luar ruangan yang ideal?

Para ahli dan ilmuwan medis menyarankan para penggiat olahraga agar menjaga jarak 20 meter ketika berjalan, berlari, atau bersepeda di luar ruang.

Tentang pandangan itu, Bavornrit mengatakan, cara untuk memahami teori itu adalah membayangkan memakai parfum.

“Pikirkan seseorang yang memakai parfum. Bahkan jika kita berjarak 2-3 meter dari orang itu, kita masih bisa mencium aroma wewangian,” kata Bavornrit.

“Berolahraga dengan aman di masa Covid-19 adalah ketika kita tidak bisa mencium aroma parfum sama sekali. Tanpa angin, jarak lima meter terbilang aman untuk latihan stasioner,” kata dia.

“Tetapi jenis latihan tertentu di mana orang bergerak satu sama lain, seperti berjalan, berlari atau bersepeda, lima meter tidak cukup,” sambung dia.

“Bahkan jika kita berjarak 10 meter, kita masih bisa mencium aroma parfum, yang berarti kita menghirup udara dari orang di depan kita. Itu tidak aman dan kita berisiko,” kata Jeerasak.

BACA JUGA: Yuk Latih Ketangkasan Seks dengan Sederet Olahraga Ini!

Perhatikan Keamanan Zona Wilayah

Selain itu kamu harus memastikan bila wilayah atau kawasan yang kamu pilih untuk berolahraga berada dalam zona aman dari penularan virus covid-19.

Dan bila kamu merasa  kalau wilayah tersebut tidak aman untuk melakukan aktivitas  olahraga, maka sebaiknya tetap berolahraga di rumah saja.

Aktivitas olahraga di luar ruangan  jangan kamu ijadikan alasan untuk berkumpul dengan teman atau kerabat tanpa melaksanakan disiplin ketat protokol kesehatan.

Comments