Bom Kembali Guncang Surabaya pada Senin (14/5). Seorang anggota kepolisian menggendoong anak pelaku pengeboman di Mapolrestabes Surabaya. (Foto: Instagram)
Bom Kembali Guncang Surabaya pada Senin (14/5). Seorang anggota kepolisian menggendoong anak pelaku pengeboman di Mapolrestabes Surabaya. (Foto: Instagram)

Sabigaju.com – Aksi teror bom yang dilakukan pengecut kembali mengguncang kota Surabaya. Hari ini pada Senin (14/5), kali ini Mapolrestabes Surabaya menjadi sasarannya.

Aksi teror bom terjadi sekitar pukul 08.50 WIB, menyebabkan 4 anggota polisi dan 6 warga terluka. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengungkapkan, anggota polisi yang terluka sudah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya.

Kombes Frans Barung Mangera juga mengungkapkan Aksi teror bom di depan gerbang masuk markas polisi.

Menurut Barung, ledakan terjadi  berasal dari sepeda motor yang memaksa masuk di gerbang Mapolrestabes Surabaya berdasarkan rekaman CCTV di kawasan itu.

“Kami memastikan ini motor. Di luar areal, di luar mako, sebelum penjagaan itu, sebelum plang masuk, meledak,” tuturnya

“Kalau dilihat dari CCTV, yang bersangkutan membonceng seorang wanita,” tutur Barung dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Timur.

Presiden Kecam Aksi Teror Bom Di Mapolrestabes Surabaya

Presiden Joko Widodo pun bereaksi terhadap aksi teror bom yang terjadi pada pagi hari tadi. Ia mengecam keras  aksi teror yang terjadi di depan Mapolrestabes Surabaya.

“Tadi malam ada kejadian lagi di Sidoarjo. Pagi ini terjadi lagi, bom bunuh diri di Surabaya lagi. Ini adalah tindakan pengecut, tindakan yang tidak bermartabat, biadab,” kata Jokowi kepada wartawan di Jakarta, Senin pagi.

“Perlu saya tegaskan lagi, kita akan melawan terorisme sampai ke akar-akarnya,” ucap Jokowi.

Selain itu, Jokowi pun memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi teror.

“Saya perintahkan Kapolri untuk tindak tegas, tidak ada kompromi dalam melakukan tindakan di lapangan untuk menghentikan aksi terorisme ini,” ucap Jokowi.

Bom Rakitan di Sidoarjo

Sebelumnya, pada Minggu (13/5) tiga gereja yang berada terpisah di Kota Surabaya meledak lewat aksi bom bunuh diri yang dilakukan satu keluarga. Menyusul kemudian ledakan di sebuah rusunawa yang ada di wilayah Taman, Sidoarjo, Jawa Timur pada Minggu malam.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera ledakan yang terdengar di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur berasal dari ledakan bom.

Frans menuturkan akibat ledakan itu, sebanyak 2 orang tewas. Sementara satu orang lain ditembak mati polisi. Sehingga, total ada 3 orang tewas di Rusun Wonocolo.

Anton menuturkan polisi mendengar ledakan dari Rusunawa Wonocolo sekitar pukul 21.20. Aparat pun langsung meluncur ke lokasi untuk memeriksa suara ledakan itu. Saat tiba di asal suara, petugas menemukan seorang pria yang diketahui kemudian bernama Anton sedang memegang alat pemicu bom.

“Petugas tak mau ambil resiko, sehingga dilumpuhkan,” ungkap Frans. Selain Anton, dua orang juga tewas yakni istri Anton dan anaknya.

Istri Anton dan anaknya tewas akibat ledakan bom yang ditemukan di dalam unit rusun mereka. Sementara tiga anak Anton lainnya dalam kondisi terluka. Mereka kemudian dirawat di RS Siti Khodijah. (sbg/Rig)

Comments