(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Aksi demonstrasi menolak olak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10/2020) kemarin berbuntut kericuhan yang mengakibatkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.

Aparat gagal mengendalikan massa aksi. Sehingga ada massa yang liar dan berbuat onar. Beberapa fasilitas seperti pos polisi dan halte transjakarta di Jakarta Pusat, dibakar massa. Selain membakar halte transjakarta di dekat Bundaran HI tersebut, massa juga melakukan perusakan.

Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti trotoar, rambu lalu lintas, hingga pembatas jalan (road water barrier) juga banyak yang rusak selama ricuh demo berlangsung.

Total kerusakan ada 20 halte, diperkirakan kerugian sekitar, kerusakannya sekitar Rp 55 miliar. Dan ini Baru di Jakarta belum kerusakan yang terjadi di berbagai pelosok Tanah Air akibat kericuhan dari buntut aksi demo menolak UU Omnibus Law.

BACA JUGA: Soal Celoteh Pindah Kewarganegaraan Lantaran UU Cipta Kerja

Waspada Penumpang Gelap yang Mau Membelokan Tujuan Demonstrasi

Aksi Demonstrasi  acapkali justru membuahkan permasalahan baru  yaki masuknya penumpang gelap yang menebar  provokasi dengan “menebar” teror. tujuannya adalah  mempertontonkan aksi mengumbar emosi yang tak terpuji.

Ada beberapa tips untuk teman-teman yang sering terlibat aktif dalam aksi-aksi demo:

  • Kenali dan pahami betul tujuanaksi  demonstrasi yang akan diikuti
  • Pelajari dan Pahami  materi-materi yang akan diusung dalam demo yang kamu ikuti
  • Hindari terlibat dalam aksi demo yang tak bertujuan baik
  • Klarifikasi terhadap berita-berita yang teman-teman terima.
  • Batasi input berita-berita yang terindikasi”yang membakar” emosi teman-teman
  • Hentikan aksi ketikamulai muncul  aksi-aksi kekerasan
  • Berpikirlah jernih
  • Jangan terpancing emosi saat ada provokasi

BACA JUGA: 

Demonstrasi Bukan Berarti Harus Ricuh

Tidak ada yang salah dengan aksi demonstrasi. Kita dukung dan kita dorong untuk aksi atas nama menyuarakan kepentingan rakyat banyak.

Namun saat  aksi sudah mengarah kepada kericuhan, maka kita perlu melihat kembali bahwa mungkin ada banyak pihak yang dirugikan akibat tindakan ceroboh dengan pembakaran dan lain sebagainya itu.

Kita sepakat, kalau kebebasan tidaklah sama dengan kebablasan. Kebebasan dalam menyampaikan aspirasi  bukan dilakukan dengan  perusakan. sebab hal itu bukan cerminan masyarakat beradab.

Jadi, jika memang ingin melakukan aksi demonstrasi lagi, maka lakukanlah dengan elegan dan terhormat, tetapi jangan merusak fasilitas umum apapun alasannya. (Sbg/Rig)

Comments