Makan terlalu Pedas
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Belakangan ini konten adu makan pedas kembli ramai di media sosial terlebih setelah laman berbagi vidieo youtube diramaikan dengan ulah seorang vlogger yang tengah menyantap tahu gejrot dengan bumbu 130 buah cabai rawit.

Konten video yang menampilkan seseorang makan pedas dengan level “di luar batas” sering ditemukan di media sosial.

Padahal konten seperti ini bisa dibilang unfaedah lantaran hanya menapilkan sensasi dan bahkan bisa membahayakan kesehatan. Nah sabigaju bakal mengupas bahaya mengonsumsi makanan pedas di luar batas. Simak ulasannya berikut ini

BACA JUGA: Makan Bersama Keluarga, Hidup Kembali di Masa Pandemi

Sensasi Mengonsumsi Makanan Pedas

Mengonsumsi makanan pedas dalam batas yang wajar bisa memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. Selain itu, cabai juga dikenal bisa meningkatkan metabolisme tubuhmu.

Sesaat setelah makan makanan pedas dan sebelum kamu merasakan semua efek menyiksanya, terjadilah banjir hormon endorfin yang menahan rasa sakit, perih, atau panasnya.

Inilah yang membuat kamu merasa nikmat dan bahagia. Setelah itu, semua perasaan menyiksa itu akan datang.

Kapsaisin adalah senyawa dalam cabai yang membuatnya terasa pedas. Ketika telah sampai di tubuhmu, kapsaisin akan menstimulus saraf yang bereaksi menaikkan temperatur tubuhmu.

Kumpulan saraf tersebut adalah reseptor rasa sakit yang sama ketika merespons kondisi terluka. Nah, jumlah kapsaisin yang banyak membuat kamu beraksi seakan tubuhmu terbakar dari dalam.

Barry Green dari John B. Pierce Laboratory di New Haven, Connecticut, menjelaskan bahwa kapsaisin mengirimkan sensasi terbakar, bukan terluka. Banyak orang berpikir bahwa sensasi terbakar dari pedas sebagai bentuk rasa.

Memang kedua saraf tersebut terkait, tapi beda antara rasa di indra pengecap dengan sensasi pedas.

Efeknya pada lidah memang seperti itu, tapi sistem rasa sakit yang diakibatkan kapsaisin ini ada di seluruh tubuh. Jadi, seseorang bisa merasa panas di sekujur tubuhnya akibat kepedasan.

BACA JUGA: Foodie Calls, Tren Kencan Demi Dapat Makan Gratis

Bahaya Makan Terlalu Pedas

Salah satu bahaya dari mengonsumsi makanan pedas adalah maag. Jumlah cabai yang banyak dapat menyebabkan lambung mengalami iritasi atau peradangan, yang umumnya disebut penyakit maag. Bukan hanya itu, kamu juga dapat mengalami diare dan sakit kepala karenanya.

Seseorang yang kerap mengonsumsi makanan yang sangat pedas dapat menyebabkan dampak buruk pada lambung.

Pasalnya, makanan pedas dapat memicu naiknya asam lambung yang menyebabkan tenggorokan menjadi panas. Selain itu, dinding lambung pun dapat mengalami iritasi dan kerusakan.

Usus juga salah satu bagian dalam tubuh yang terbilang sensitif, sehingga jika seseorang mengonsumsi makanan pedas terlalu banyak maka bahaya dapat terjadi. Gangguan pada usus mungkin sulit kamu hindari, sehingga menimbulkan iritasi.

BACA JUGA: Ramai-ramai Bawa Bekal Makanan di Era New Normal 

Makan Terlalu Pedas bisa Membunuhmu?

Sebuah penelitian pernah menemukan bahwa sekitar 1,4 kg cabai super pedas dalam bentuk bubuk—untuk ukuran cabai terpedas di dunia—jika dimakan sekaligus akan bisa membunuh seseorang dengan berat badan sekitar 68 kg.

Menurut penjelasan Paul Bosland, Professor hortikultura di New Mexico State University dan pimpinan Chile Pepper Institute, sebelum kematian tersebut terjadi tubuh akan bereaksi mulai dari temperatur tubuh naik, pusing, kehilangan pendengaran sementara, mual, dan nyeri disusul dengan muntah-muntah.

Dari penjelasan para ahli di atas, sebaiknya kita nggak usahlah menonton ataupun meniru konten video adu makanpedas di media sosial. Yuk, abaikan or skip konten unfaedah tersebut. (Sbg/Rig)

Comments