A Man Called Ahok
Sosok Daniel Mananta saat memerankan sosok Mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam Film berjudul A Man Called Ahok.

Sabigaju.com – Para pecinta film di Tanah Air bakal disuguhkan dengan hadirnya sebuah film biopic yang mengangkat kisah perjuangan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang berjudul A Man Called Ahok.

Film A Man Called Ahok ini menceritakan tentang kehidupan Ahok mulai dari masa kecil hingga dewasa.

Lantas apa yang menjadi keistimewaan dari Film ini disadur dari buku karangan Rudi Valinka dengan judul yang sama. ini? Berikut ulasannya.

BACA JUGA:

Momen Perayaan Natal Ahok Bersama Keluarga di Penjara
Kisah Pebinor di Balik Gugatan Cerai Ahok ke Veronica Tan

Sinopsis Film A Man Called Ahok

Film A Man Called Ahok ini akan lebih menekankan pada hubungan keluarga, tepatnya kedisiplinan ayah Ahok sehingga menciptakan karakter seorang Ahok seperti yang saat ini dikenal banyak orang.

Aktor Daniel Mananta akan menjadi politikus yang saat ini sedang mendekam di penjara karena kasus penistaan agama itu. Daniel mengaku perlu persiapan untuk memerankan Ahok yang punya suara serak khas.

Adegan film dimulai dengan rekaman suara Ahok yang mengimbau para simpatisannya untuk berhenti menggelar aksi damai di depan Mako Brimob. Saat itu, Ahok pertama kali dipindahkan dari tahanan Polda Metro Jaya menjadi tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Kemudian, alur dimulai dengan Ahok yang duduk di bangku SMP, pada tahun 1976. Alur terus bergerak maju menggambarkan kehidupan seorang Ahok dengan keluarganya. Khususnya, bagaimana sang ayah, Kim Nam, mendidiknya menjadi seorang tauladan.

Konflik demi konflik sebagai seorang berdarah Tionghoa kerap ditunjukkan dalam tiap adegan. Pasalnya, hal itu nyata dialami Ahok dalam perjalanan hidupnya.

Ada satu adegan yang epic dalam film menurut penulis. Saat itu, Ahok remaja sedang mempertanyakan kegelisahannya pada sang ayah. Juga kecintaan sang ayah, pada Tanah Air Indonesia.

‘Pa, sebetulnya kita ini orang Cina atau orang Indonesia sih?,”

Nilai-nilai kemanusiaan begitu diajarkan Kim Nam kepada Ahok. Alasan Ahok berjuang sedemikian kerasnya untuk berkuasa pun terbongkar lewat film ini.

Tak ada Kisah Cinta Ahok dan Veronica

Sayangnya, perjalanan asmara Ahok bersama Veronica Tan tidak dicantumkan dalam film ini.

Mantan istri yang bertahun-tahun mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya sekilas dimunculkan saat mengunjungi Ahok di Mako Brimob untuk menjadi penyampai surat terbuka Ahok.

Rupanya, 21 tahun kebersamaan Ahok dan Veronica sengaja tidak ditampilkan dalam film. Sebab, diketahui keduanya sudah resmi bercerai pada April 2018 lalu.

Diprotes Adik Ahok

Walau film A Man Called Ahok ini didesain dengan menonjolkan asal usul karakter Ahok terbentuk, serta kedekatannya dengan sang ayah, kritik tajam justru datang dari adik Ahok sendiri, yakni Fifi Lety Indra.

“Ku kembalikan semua kecewa dan Sedih padaMu. Ooh…Papaku, seandainya masih Hidup pasti marah sekali dgn mrk Yg merusak image dan gambaran dirimu. Tidak pantas mrk mempertontonkan Hidupmu dgn cara spt ini,” tulis Fifi di akun Instagramnya pada Senin (5/11) malam.

“Tetapi Aku percaya dan aku Berdoa malam ini Mazmur 37 tjd pada mrk yang telah menyakitimu 🙏 Bunga ini tanda kematian hati nurani, tanda dukacita Yg dalam. Tuhan Kalaulah pembela Papaku🙏,” sambungnya.

Lewat akun Instagram, Fifi Lety mempermasalahkan soal peran ayah yang dinilai tak sesuai dengan karakter aslinya.

Kritik yang dituliskan adik Ahok di Instagram kemudian menuai perhatian warganet yang tak sabar menyaksikan film yang dibintangi Daniel Mananta dan Denny Sumargo tersebut yang rencananya bakal diputar pada tanggal 8 November mendatang. (Sbg/Rig)

Comments