Sabigaju.com – Seorang wanita berusia 34 tahun kelahiran China, Ada Yi Zhao, menggabungkan pengetahuannya tentang keuangan dan kecintaannya pada dunia mode dengan menciptakan Curated Crowd, sebuah platform crowdfunding dan e-commerce terpadu pertama di dunia mengenai fashion, khususnya ditujukan untuk para desainer yang tengah merintis karier.

Ada Yi Zhao terinspirasi dari apa yang sudah ia pelajari dari berbagai bank top dunia dari mulai Lehman Brothers hingga Barclays, dan menerapkannya pada dunia ritel kelas atas. Ia bekerja langsung pada konsumen dan desainer muda untuk platform yang satu ini.

Zhao juga telah sukses menciptakan komunitas online dimana para desainer muda akan mendapatkan lebih banyak dan konsumen membayar secara lebih sedikit.

BACA JUGA: Supreme X Fox Racing: Kolaborasi Fashion dan Motocross Musim Semi 2018

Bagaimana Zhao Mendapatkan Idenya

Curated Crowd
Curated Crowd. (Foto: curated-crowd.com)

Ide membuat Curated Crowd hadir sekitar tiga tahun lalu saat Zhao masih bekerja di industri perbankan. Ia mengakui bahwa dirinya adalah seorang pecinta dan konsumen fashion, dimana pada waktu yang sama Zhao juga mencoba menemukan cara untuk dapat mengubah cara orang berbelanja untuk fashion. Hal ini terutama terjadi ketika ada konsumen yang ingin berbelanja dari hasil karya desainer yang baru saja muncul.

Zhao memiliki dua teman baik kala itu, yang telah meninggalkan rumah-rumah mode besar untuk membuat label sendiri. Akhirnya, Zhao membantu kedua temannya dengan menjadi investor. Zhao mulai berinvestasi secara pribadi, termasuk menginvestasikan waktu dan usahanya dalam bisnis itu.

Zhao mulai menyadari bahwa untuk menciptakan brand sejak awal hingga memiliki reputasi besar sangat ditentukan oleh upaya yang diciptakan. Dari segi desainer, Zhao mengetahui masalah terbesar para desainer muda adalah bagaimana membawa produk ke pasar dan membuat banyak orang mengetahui produk mereka. Sedangkan dari sisi konsumen, Zhao menyadari bahwa konsumen seringkali harus membayar dengan harga yang tinggi untuk sepotong baju yang kualitasnya belum tentu sebanding dengan harga. Dari situlah, konsep Curated Crowd kemudian mulai berkembang.

BACA JUGA: Extreme Cut Out Jeans, Celana Jeans yang Anti Mainstream

Curated Crowd, Menjadi Jembatan Antara Desainer dan Konsumen

Zhao kemudian mulai mencari desainer muda yang sesuai untuk Curated Crowd. Ada waktu dimana Zhao banyak menghabiskan waktu dengan melihat Instagram dan Facebook untuk mencari desainer yang sesuai. Curated Crowd juga memiliki sebuah laman konten yang berisi segala hal mengenai produk serta desainer itu sendiri sehingga memudahkan konsumen dalam membeli produk dari desainer baru tersebut.

Zhao juga mendukung para desainer muda untuk selalu mengkomersialisasikan portofolio maupun desain sketsa mereka agar menjadi nilai tambah bagi konsumen yang hendak membeli produk mereka.

Dengan menjadi jembatan antara desainer dan konsumen, Zhao berharap dapat mengatasi solusi yang terjadi antara keduanya. Rencana jangka panjang Curated Crowd tak hanya bergerak di industri fashion, namun juga melakukan ekspansi pada bidang interior desain. (Sbg/Van)

Comments