Sabigaju.com – Setelah cukup lama tak terdengar pasca dua orang personilnya yang mengundurkan diri, yakni Is dan Comi, kini band indie Payung Teduh muncul lagi dengan gaya khasnya.

Yup, Payung Teduh merilis album terbaru mereka yang diberi judul ‘Mendengar Suara’.

Lewat album terbaru Payung Teduh berupaya kembali melangkah pasca kehilangan sang vokalis dan popularitas. Walau tertatih, Payung Teduh kembali melangkah dari awal.

‘Mendengar Suara’ dalam Album Baru Payung Teduh

Album terbaru Payung Teduh berisikan 10 lagu yang juga dibuat untuk pertunjukkan ‘Dedes’ dari Teater Pagupon Universitas Indonesia. Kolaborasi dengan Teater Pagupon demi mengerjakan komposisi musik. Mereka menyebut diri mereka Orkes Panawijen.

Lagu-lagu yang berada dalam album ‘Mendengar Suara’ terdiri atas lagu lama dan baru. Liriknya sebagian besar ditulis Catur Ari Wibowo. Ada yang berasal dari naskah teater.

Album Baru Payung Teduh bertajuk Mendengar Suara.
Album Baru Payung Teduh bertajuk Mendengar Suara.

Dari album ‘Mendengar Suara’, Payung Teduh memilih single ‘Lagu Duka’ yang diunggah 3 Agustus 2018 via YouTube sebagai single andalannya. ‘Lagu Duka’ dipilih sebagai jembatan agar para penggemar tidak merasa kaget dengan perubahan musik mereka.

BACA JUGA: Berita Mundurnya Vokalis Payung Teduh?

Lagu ini juga menjadi bagian pembukaan dari pementasan ‘Dedes’ saat sang aktor sedang melakukan monolog. Lewat album ini, Ivan menyatakan bahwa Payung Teduh masih ada dan solid. Misi lainnya, untuk mengenalkan tempat lahirnya Payung Teduh yaitu di teater.

Meskipun lagu-lagu ini berdasarkan pementasan teater, banyak perubahan yang dilakukan dengan tetap menjaga mood pertunjukan ‘Dedes’ Teater Pagupon.

Lagu Duka Jadi Single Andalan

‘Lagu Duka’ terdengar mendayu-dayu dengan alunan seruling yang mengisi beberapa bagian lagunya.

Untuk saat ini, Cito dan Ivan mengandalkan bantuan additional player saat tampil di atas panggung. Peran kedua member ini pun saling mengisi dan lebih fleksibel.

Ivan mengambil alih posisi vokal, dengan masih bermain gitar dan kadang juga terompet. Sementara Cito bereksperimen dengan drum dan bass.

‘Lagu Duka’ ditulis oleh Ivan Penwyn, dengan bantuan Catur Ari Wibowo di sektor lirik. Nuansa musik yang bercerita masih terasa di lagu baru Payung Teduh kali ini, namun dengan suara Ivan sebagai penutur kata-katanya.

Sejumlah pendengar merasa butuh penyesuaian untuk karakter baru Payung Teduh. Namun, banyak penikmat musik mengutarakan rasa lega. Payung Teduh dianggap kembali ke identitas lamanya, dengan lirik-lirik serta musiknya yang bernuansa teatrikal.

Sajian video klip dikemas dengan apik, sukses menjelajah emosi yang terkandung di lirik lagu, dipadukan dengan sentuhan alam indah di Sumba. Video yang diunggah oleh akun YouTube Payung Teduh Official ini tetap mendapatkan apresiasi positif dari para penggemar. (Sbg/Rig)

Comments