Sabigaju.com – Mantan Ketua Umum PARFI, Gatot Brajamusti menjadi terdakwa kasus narkoba terancam hukuman berat. Selain terjerat kasus narkoba, ia dijerat kasus kepemilikan senjata api ilegal dan menyimpan satwa yang dilindungi oleh negara Indonesia.

Selain undang-undang narkotika, Gatot Brajamusti juga terancam dijerat oleh undang-undang darurat no. 12 tahun 1951 lantaran senjata api yang dimilikinya diketahui tidak dilengkapi oleh surat-surat resmi.

Guru spiritual artis Reza Artamevia itu juga bisa terkena undang-undang tentang konservasi alam dan hayati. Kini, terdakwa kasus narkoba Gatot Brajamusti dituntut hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, NTB, Kamis (30/3).

Sidang pembacaan tuntutan dihadiri oleh terdakwa Gatot Brajamusti, istrinya, Dewi Aminah serta kuasa hukum terdakwa. "Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Gatot Brajamusti dengan pidana penjara selama 13 tahun, dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan. Dan pidana denda sebesar Rp 1 miliar, subsider enam bulan penjara," kata JPU Baiq Nurjanah, dalam membacakan tuntutan di PN Mataram.

Gatot Brajamusti (Twitter @AAGatot2014)

Dalam sidang tersebut, jaksa menyatakan bahwa terdakwa Gatot Brajamusti bersalah karena melakukan tindak pidana narkotika dengan memiliki dan menyimpan narkotika golongan 1 dengan berat barang bukti 5 gram atau melanggar pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sementara itu, istrinya Dewi Aminah dituntut 3 tahun penjara karena dinilai menyalahgunakan narkotika dan melanggar Pasal 127 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sementara itu, terkait putusan ini, tim kuasa hukum Gatot Brajamusti berencana akan mengajukan pembelaan yang rencananya akan dilaksanakan pada sidang Kamis pekan depan.

Berdasarkan penggerebekan itu, polisi terus mengembangkan penyidikan di kediaman Gatot Brajamusti yang akhirnya mendapati senjata api ilegal serta hewan yang dilindungi disamping barang bukti narkoba.

Perihal tindak pidana yang dilakukan Gatot Brajamusti berawal dari penggerebekan oleh pihak kepolisian Mataram. Saat penggerebakan ia ditangkap bersama istrinya Dewi Aminah serta keempat koleganya, salah satunya artis Reza Artamevia di sebuah kamar hotel Golden Tulip, Mataram, Nusa Tenggara pada 28 Agustus 2016 silam.(Sbg/Dea)

Comments