Sabigaju.com – Teman adalah aset yang berharga, bahkan terkadang lebih dari pasangan dan keluarga. Saat berteman, tanpa kita sadari ada timbal balik antara dua pihak yang berteman tersebut. Paling enak memang jika teman saling menguntungkan dan menyenangkan. Lalu bagaimana kalau pertemananmu tidak sehat atau membawa perasaan negatif? Pernahkah kamu mengukur kualitas pertemananmu dengan lingkaran pergaulanmu saat ini? Coba telaah lagi, mungkin lima konsep pertemanan di bawah ini pernah kamu rasakan atau lakukan!

“Mau jalan-jalan ya? Oleh-oleh jangan lupa ya”

Baik mereka yang berasal dari status ekonomi atas atau bawah, rata-rata selalu terganggu dengan ungkapan ini. Kebiasaan meminta oleh-oleh atau cenderamata dari tempat tujuan liburan kita adalah hal yang paling sering terucap. Baik basa-basi atau tidak tahu diri, ungkapan ini sebaiknya kamu hindari. Ingat, teman kalian mengumpulkan uang sekian lama (dan mungkin banyak) untuk liburan, bukan untuk menyenangkan kalian. Saat kalian minta oleh-oleh, bisa jadi nuraninya ingin membelikan namun tidak ada kemampuan. Dari sinilah kalian secara tidak langsung memberi tekanan batin dan paksaan padanya. Alangkah baiknya jika kalian betul ingin sesuatu dari tujuan wisatanya, titipkanlah uang untuk membelinya. Kalau hanya basa-basi akrab saja, sebaiknya ganti ungkapan itu dengan “selamat bersenang-senang ya” atau “hati-hati di jalan dan have fun”. Daripada ‘meminta’ oleh-oleh, lebih baik ‘memberi’ ucapan tulus, kan?

Baca juga: Perhatikan 5 Tips Ini Ketika Menghadiri Pernikahan Teman

“Sama temen kasih murahlah”

Dalam dunia bisnis, tentunya setiap orang menjalankan prinsip ekonomi; harga murah untuk barang bagus. Tidak ada yang mau rugi ketika seseorang sedang melakukan bisnis, kecuali mereka yang niatnya memang berderma, bukan berbisnis. Jika temanmu sedang merintis usaha mencari segenggam emas untuk hidup lewat bisnisnya, hargailah dengan tidak minta diskon. Apapun barang atau jasa yang dijualnya, tentu temanmu butuh modal dan berharap ada margin untung. Di sinilah peranmu sebagai teman mendukung dia dengan membeli tanpa meminta diskon atau perlakuan spesial. Kalau memang tidak berniat membeli, cukup bantu promosi saja, atau ungkapkan kata-kata yang suportif. Tidak sulit kan berkata “sukses ya usahanya!” kepada teman yang baru mulai berdagang?

“Wah yang ultah mau traktir apa nih?”

Budaya ulang tahun di Indonesia memang terbilang unik; yang berulang tahun yang mentraktir temannya. Masalah kado atau hadiah, jadi nomer dua. Buat kamu yang masih melestarikan budaya ‘minta traktir’ saat teman ulang tahun, sebaiknya segera insyaf dan kembali ke jalan yang benar. Peringatan ulang tahun adalah hal yang seharusnya menyenangkan bagi seseorang. Di hari ini, ia ingin merasa spesial dan dikelilingi oleh doa positif dari teman dan keluarganya. Dengan adanya tuntutan ‘minta traktir’ maka kesenangannya jadi berubah konsep: menyenangkan teman-temannya. Alangkah baiknya jika ada kawan yang ulang tahun, ajak teman yang lain untuk patungan dan membelikan ia sesuatu. Tidak harus mewah dan bahkan tidak harus untuk dirinya sendiri. Bisa saja kamu beli kue atau makanan untuk dinikmati bersama, dan tetap menunjukkan perhatianmu untuk merayakan hari lahirnya. Saat giliranmu, senang kan jika teman sekantor malah memesan kue bersama daripada kamu harus pusing mau traktir mereka apa.

“Kapan nikah?”

Pertanyaan ini adalah contoh yang mewakili pertanyaan sensitif lainnya seperti “kapan lulus?” “kapan punya pacar?” “kapan punya anak?” dan lainnya. Di Indonesia, pertanyaan ini memang keluar pada momentum tertentu, dan ditanyakan oleh keluarga maupun orang asing. Tanpa banyak yang sadar, pertanyaan sejenis ini adalah hal yang sangat sensitif. Berkaitan dengan pilihan hidup dan banyak faktor lainnya, sebaiknya pertanyaan sejenis ini kamu hindari. Hargailah privasi dan pilihan orang lain dengan tidak menanyakan hal yang sifatnya memojokkan. Jika kamu benar peduli pada status seseorang, pilihlah pertanyaan yang lebih netral dan ramah seperti “apa kabar pacarmu yang kemarin?”. Untuk orang yang memang terlihat berjuang keras dengan studinya, tanyalah “skripsimu lancar?”

Berkata “Ini udah otw kesitu, tunggu yah” padahal kamu masih di rumah

Saat membuat janji dengan teman, pastikanlah kamu bisa menepatinya dengan benar. Tidak hanya menyebalkan, datang telat saat janji ketemuan adalah hal yang tidak sopan dan membuat tidak nyaman. Kamu tidak pernah tau apa yang dikorbankan atau diperjuangkannya untuk menepati janji denganmu. Maka sebisa mungkin, aturlah diri dan waktu agar selalu bisa menepati janji dengan teman. Jika kamu memang ada halangan yang menyebabkan telat, sebaiknya terbukalah dan jujur. Tidak enak kan jika kamu yang harus menunggu lama dan termakan janji manis temanmu yang suka datang telat? Lagipula, keuntungan jika kamu datang tepat waktu adalah kualitas pertemuan yang lebih lama. Hal ini tentu menyenangkan untuk kalian yang sudah lama tak jumpa dengan teman lama.

Dari lima hal di atas, tentu pernah salah satunya kamu rasakan (atau lakukan). Mulai sekarang, ubah kebiasaan negatif dalam pertemanan dan tingkatkan lagi kualitas hubunganmu. Konsep pertemanan sehat adalah yang saling menyenangkan dan menguntungkan. (Sbg/Novel)

Sumber foto: Instagram FRIENDS
Comments