kKota Jakarta
Hari ini, Sabtu (22/6),  Kota Jakarta merayakan hari jadinya ke-492.( Grafis: Sabigaju/Sigit Sulistyo)

Sabigaju.com – Hari ini, Sabtu (22/6),  Kota Jakarta merayakan hari jadinya ke-492. Dalam perjalanannya Jakarta memiliki beberapa nama seperti Sunda Kelapa selama periode Kerajaan Sunda. Selain itu Jayakarta dan Batavia.

Nama Jakarta sendiri berasal dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung. Nama tertua Jakarta adalah Sunda Kelapa. Kata Sunda muncul di Jawa Barat, yaitu pada Prasasti Kebon Kopi II dan Prasasti Cicatih di Cibadak, yang menyebutkan tentang seorang raja maupun Kerajaan Sunda.

Sunda Kelapa adalah pelabuhan yang menjadi tempat singgahnya kapal-kapal dari berbagai negara seperti dari India, China, dan Jepang.

Kemudian Fatahillah datang dari Banten dan merebut Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527. Kala itu nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta. Jayakarta memiliki arti membuat kemenangan.

BACA JUGA: Tips Mengatasi Horor Kemacetan Saat Liburan Weekend 

Kemudian pada 30 Mei 1619 Kota Jayakarta berhasil dikuasai oleh Belanda. Sejak saat itul, nama Jayakarta menjadi Batavia. Kemudian pada masa penjajahan Jepang pada 1942, nama Batavia diganti menjadi Jakarta.

Kota Jakarta menjelma menjadi kota besar yang menjadi pusat aktivitas perekonomian di Indonesia dan membuatnya menjadi tempat tujuan bagi banyak orang untuk berjuang mencari nafkah di Jakarta.

Sayangnya hal itu pun memunculkan berbagai masalah yang harus dihadapi di ibukota ini. Berikut beberapa  hal yang menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat Jakarta.

BACA JUGA: Gilanya Kemacetan Jangan Bikin Kita Jadi Gila

Kemacetan

Situasi kemacetan kota Jakarta bisa dibilang sudah menjadi makanan sehari-hari penduduk Jakarta. Setiap harinya, lalu lintas kota Jakarta memang tidak bisa lepas dari kemacetan.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan aktivitasnya. Peningkatan jumlah kendaraan tanpa diimbangi dengan perluasan jalan tentu menyebabkan kemacetan di berbagai jalan Jakarta.

BACA JUGA: Banjir di Jakarta Jadi Sorotan Dunia Internasional 

Banjir

Setiap tahunnya, bencana banjir selalu terjadi di berbagai kawasan Jakarta. Hal ini disebabkan oleh buruknya sistem pengaliran air karena padatnya kawasan perumahan di Jakarta.

Selain itu banjir juga disebabkan oleh menumpuknya sampah yang menyumbat aliran air seperti selokan dan sungai sehingga terjadi banjir dari luapan sungai tersebut

BACA JUGA: Elegi Sampah di Teluk Jakarta dan Teluk Lainnya

Sampah

Banyaknya sampah di kota Jakarta juga menjadi permasalahan yang banyak ditemui oleh para penduduknya. Sistem pembuangan sampah di Jakarta masih tergolong buruk.

Di berbagai daerah, masih ditemukan tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tidak sedap di tempat yang tidak seharusnya menjadi tempat pembuangan sampah.

BACA JUGA: Dilema Anak Sepeda di Jakarta 

Udara yang Kotor

Polusi terjadi bukan hanya dari pembakaran mesin kendaraan  di jalan raya saja, tetapi juga dari pabrik-pabrik dan masyarakat yang gemar membakar sampah.

Polusi selain membuat udara menjadi kotor juga mengakibatkan penyakit-penyakit berbahaya bagi yang menghirupnya dalam jangka waktu tertentu. Selain polusi udara, polusi air dan suara juga termasuk di dalamnya.

BACA JUGA: Jaga Kedamaian, Ricuh di Jakarta Jangan Terulang 

Jumlah Penduduk yang Overload

DKI Jakarta merupakan provinsi dengan luas terkecil se-Indonesia, hanya 0,035 persen dari luas daratan Indonesia dan hanya 0,57 persen dari luas Pulau Jawa.

Tapi jumlah penduduk DKI Jakarta pada 2015 mencapai 10,18 juta jiwa. Kemudian meningkat menjadi 10,28 juta jiwa pada 2016, dan bertambah menjadi 10,37 juta jiwa pada 2017. Artinya, selama dua tahun terkahir jumlah penduduk di Ibu Kota bertambah 269 jiwa setiap hari atau 11 orang per jam.

Padahal banyak pengamat perkotaan mengatakan Jakarta sebenarnya hanya dirancang untuk dihuni maksimal tujuh juta jiwa.

Meski menghadapi berbagai problematika,  jutaan warga Jakarta mau tidak mau harus berkompromi dan menerima kondisi Jakarta yang terus bermasalah. Selamat ulang Tahun Kota Jakarta. (Sbg/Rig)

Comments