Puluhan pangeran  Arab ditangkap oleh unit pemberantasan korupsi di bawah pimpinan putera mahkota kerajaan arab saudi Pangeran Mohamed bin Salman beberapa waktu lalu. (Foto: Instagram)
Puluhan pangeran Arab ditangkap oleh unit pemberantasan korupsi di bawah pimpinan putera mahkota kerajaan arab saudi Pangeran Mohamed bin Salman beberapa waktu lalu. (Foto: Instagram)

Sabigaju.com – Pemerintah Arab Saudi mengklaim telah menyita lebih dari $100 miliar atau lebih dari Rp1.000 triliun dalam bentuk kesepakatan finansial dengan pengusaha dan pejabat serta pangeran Arab yang ditahan dalam operasi pemberantasan korupsi.

Hal itu dinyatakan langsung oleh Jaksa Agung Kerajaan Arab Saudi, Sheikh Saud Al Mojeb sejalan dengan kemenangan politik Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang melancarkan operasi pemberantasan korupsi besar-besaran sejak November 2017 lalu.

“Perkiraaan nilai kesepakatan saat ini melebihi 400 miliar riyal ($106 miliar, Rp1.400 triliun), terepresentasi dalam berbagai jenis aset, termasuk properti, entitas komersial, sekuritas, tunai, dan aset,” kata Mojeb seperti dilansir dari laman Reuters.

Pangeran Arab, Alwaleed bin Talal Bebas dari Penjara

Salah seorang Pangeran Arab, Alwaleed bin Talal belum lama ini telah dibebaskan dari penjara dengan menyetujui kesepakatan yang diajukan pemerintah Arab Saudi. (Foto: House Of Saud)
Salah seorang Pangeran Arab, Alwaleed bin Talal belum lama ini telah dibebaskan dari penjara dengan menyetujui kesepakatan yang diajukan pemerintah Arab Saudi. (Foto: House Of Saud)

Kesepakatan bebas juga dicapai antara pemerintah dengan salah satu Miliarder yang juga anggota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal.

Pangeran Alwaleed bin Talal adalah Chairman Kingdom Holding Company, yang memiliki investasi di Twitter, Lyft, Apple, dan perusahaan Barat lainnya.

Namun, belum ada keterangan lebih lanjut soal apa kesepakatan antara Alwaleed dengan pemerintah.

Pangeran Alwaleed ditahan bersama dengan 10 pangeran lainnya sejak  November 2017 lalu oleh badan anti-korupsi di bawah pimpinan putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.

Alwaleed menegaskan ia diperlakukan dengan baik selama ditahan. Itu sekaligus menampik rumor yang beredar bahwa ia mendapat perlakuan buruk.

Sejumlah Milyuner Telah Bebas

Pangeran Arab lainnya, Miteb bin Abdullah juga telah di bebaskan dari tahanan. (Foto: Twitter @MitebBnAbdullah)
Pangeran Arab lainnya, Miteb bin Abdullah juga telah di bebaskan dari tahanan. (Foto: Twitter @MitebBnAbdullah)

Anggota Kerajaan lain yang juga telah dibebaskan adalah Pangeran Miteb bin Abdullah dengan uang jaminan sebesar Rp 13,5 triliun.

Termasuk Waleed al-Ibrahim pemilik jaringan televisi MBC, Fawaz Alhokair pemilik saham terbesar di Fawaz Abdulaziz Alhokair Co. Turut juga dibebaskan berdasarkan kesepakatan, Khalid al-Tuwaijiri, yang merupakan mantan kepala istana kerajaan.

Pejabat lain yang juga dibebaskan adalah Khalid al-Tuwaijri mantan ketua Pengadilan Kerajaan, dan Turki bin Nasser mantan kepala agensi perlindungan lingkungan dan meteorologi Arab Saudi.

Hotel yang Dijadikan Penjara untuk Pangeran Arab Beroperasi Kembali

Hotel Ritz carlton  di Kota Riyadh rencananya akan beroperasi kembali setelah sebelumnya difungsikan sebagai penjara  bagi tahanan kasus korupsi. (Sumber Foto: The Ritz-Carlton)
Hotel Ritz carlton di Kota Riyadh rencananya akan beroperasi kembali setelah sebelumnya difungsikan sebagai penjara  bagi tahanan kasus korupsi. (Sumber Foto: The Ritz-Carlton)

Warga Arab Saudi  menyambut langkah tegas pihak kerajaan dalam mengatasi korupsi. Mereka berharap, uang tebusan para terduga koruptor dapat didistribusikan kembali ke masyarakat.

Sementara itu, hotel mewah The Ritz-Carlton yang sempat berubah menjadi “penjara ” bagi puluhan pangeran dan pejabat tinggi negara itu, akan dibuka kembali untuk publik.

The Ritz-Carlton dilaporkan mulai menerima pemesanan mulai bulan Februari 2018. Namun, dengan syarat bahwa pemesanan itu dapat saja dibatalkan sewaktu-waktu. (Sbg/Rig)

Comments